Panggilan ponsel tak bernomor, NCC berencana luncurkan peringatan audio
Komisi Komunikasi Nasional (NCC) Taiwan telah berkoordinasi dengan tiga operator telekomunikasi utama untuk memberi peringatan audio Mandarin dan Bahasa Taiwan bagi pemilik ponsel yang menerima panggilan tak bernomor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pencegahan penipuan. Uji coba akan dimulai terlebih dahulu terhadap pelanggan Chunghwa Telecom.
Otoritas luncurkan peringatan via ponsel, ke depannya mungkin mencakup telepon
Polisi menggerebek sindikat SMS penipuan terbesar di Taiwan, yang secara khusus mengirim pesan penagihan utang palsu kepada korban agar mengklik tautan ke situs palsu, kemudian menyalahgunakan kartu kredit mereka.
Cegah metode panggilan ponsel tak bernomor, NCC luncurkan langkah baru
Menanggapi motif penipuan lewat SMS, Komisi Komunikasi Nasional (NCC) menemukan, semakin banyak sindikat penipu menggunakan metode panggilan ponsel tak bernomor, sehingga pihaknya berencana meluncurkan langkah pencegahan baru.
Panggilan ponsel tak bernomor, NCC berencana luncurkan peringatan audio
Ketiga perusahaan telekomunikasi mulai menerapkan langkah baru ini pada Maret.
==Huang Wen-zhe // Sekjen NCC==
Apa yang kami lakukan saat ini adalah yang paling dasar
Yakni beberapa peringatan yang kami rasa diperlukan
Akan kami lakukan terlebih dahulu
Panggilan ponsel tak bernomor, NCC berencana luncurkan peringatan audio
Dulu saat telepon yang berdering tidak menunjukkan nomor, layar ponsel penerima akan menampilkan kata “No caller ID”. Lewat metode baru, pemilik ponsel yang menerima panggilan tak bernomor akan diberi peringatan audio Mandarin atau bahasa Taiwan selama tujuh detik terlebih dahulu, sehingga mereka bisa memilih untuk menerima atau langsung menolak panggilan.
==Ibu He // Warga Kota Kaohsiung==
Tingkat kesadaran terhadap pencegahan penipuan mungkin masih berlum tinggi
Jadi setelah ada peringatan ini
Tingat (kesadaran warga) mungkin bisa dinaikkan
Otoritas luncurkan peringatan via ponsel, ke depannya mungkin mencakup telepon
Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri (MOI), 99% panggilan tak bernomor diterima oleh ponsel, sedangkan kurang dari 1% diterima oleh telepon rumah pada umumnya. Oleh sebab itu, fokus saat ini adalah pada pengguna ponsel, tapi juga tak menutup kemungkinan untuk merancang peringatan terhadap telepon rumah di masa mendatang.
