ART baru putuskan tarif anggrek bulan 0%, AS ubah tarif impor jadi 15%
Pasca penandatanganan Pakta Perdagangan Resiprokal antara Taiwan dengan Amerika sebelum tahun baru Imlek, produk anggrek bulan yang diekspor ke Amerika dikenakan tarif 0%. Namun, setelah pengadilan Amerika memutuskan bahwa kebijakan tarif Donald Trump melanggar hukum, ia kemudian mengumumkan bahwa tarif impor global dinaikkan menjadi 15%. Produsen anggrek bulan Taiwan menyampaikan, informasi saat ini sangat tidak jelas dan berharap agar pemerintah segera memahami arah kebijakan terkait.
Tarif pajak AS berubah-ubah, pelaku usaha anggrek harap ada kepastian
Menjelang pembukaan Pameran Anggrek Internasional Taiwan tahun ini pada tanggal 27, para pelaku usaha anggrek tengah sibuk melakukan persiapan. Namun, di tengah gencar-gencarnya persiapan, industri ini justru dihadapkan dengan ketidakpastian kebijakan. Sebelum Imlek, pemerintah Taiwan baru saja mengumumkan keberhasilan dalam memperjuangkan tarif nol persen untuk ekspor anggrek bulan ke AS, yang lebih unggul dibanding pesaing utama dari Belanda sebesar 15%. Hal ini dipandang sebagai keuntungan besar yang akan meningkatkan daya saing anggrek Taiwan di pasar Amerika. Namun, tak lama setelah pengumuman tersebut, muncul perubahan kebijakan yang memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha.
==Huang Wen-rong // Pelaku usaha anggrek==
Ya, masih belum pasti
Penjelasan pihak pemerintah AS tidak begitu jelas
Kami juga tidak tahu bagaimana kelanjutannya
Pelaku usaha cenderung melakukan ekspansi eksternal dalam setahun terakhir
Tidak lagi berfokus sepenuhnya pada pasar Amerika
Pameran anggrek tampilkan keunggulan industri florikultura lewat aplikasi teknologi
Terdampak tarif Amerika tahun lalu, industri florikultura mengambil inisiatif tahun ini lewat diversifikasi strategi pasar. Namun, seiring dengan keputusan pengadilan yang menyatakan tarif resiprokal Trump ilegal, Amerika Serikat mengumumkan pengenaan pajak 10% untuk produk impor global, yang kemudian ditingkatkan lagi menjadi 15%. Pelaku usaha anggrek berharap pemerintah segera memahami arah kebijakan agar industri dapat menyesuaikan diri. Untuk memperkuat daya saing, Pameran Anggrek Internasional Taiwan yang memasuki tahun ke-22 ini untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan Pameran Teknologi Florikultura. Inovasi dan teknologi ini diharapkan dapat menunjukkan keunggulan kompetitif industri bunga Taiwan kepada dunia.
Tanggapi ambiguitas tarif, pelaku usaha lakukan diversifikasi pasar+dispersi risiko
Menghadapi kebijakan tarif Amerika yang ambigu, pelaku usaha hanya dapat berusaha menyesuaikan langkah dan menyebarkan risiko pasar. Tahun ini mereka aktif memperluas pasar dengan mengundang lebih dari 30 negara Eropa, Asia Tengah dan Asia Tenggara untuk berpartisipasi dalam pameran, dengan harapan membuka jalur distribusi baru dan memperlihatkan diplomasi publik Taiwan kepada dunia.
