Pemkot New Taipei berikan penghargaan kepada 10 PMA teladan, 5 dari Indonesia
Tanggal 1 Mei Rabu depan adalah Hari Buruh. Pemerintah kota New Taipei kemarin menyelenggarakan acara penghargaan bagi PMA teladan. Tahun ini ada 10 PMA yang meraih penghargaan, 5 di antaranya berasal dari Indonesia. Penghargaan ini memiliki makna penting bagi para PMA, dan merupakan apresiasi terhadap jerih payah mereka selama ini. Mereka senang bisa mendapatkan pengakuan dari pihak majikan ataupun agensi.
Berbaris rapi menunggu momen gemilang naik ke panggung untuk menerima penghargaan, mereka adalah PMA teladan yang direkomendasikan oleh majikannya. Pemkot New Taipei memberikan total 10 penghargaan kepada PMA teladan yang berasal dari Indonesia, Vietnam dan Filipina, di mana 6 diantaranya adalah pekerja sektor domestik dan 4 sisanya bekerja di pabrik.
Telaten dan penuh perhatian, Titinih bekerja selama 14 tahun di Taiwan
Titinih yang berasal dari Indonesia menyebut pasien yang dirawatnya sebagai “papa”. Ia telah bekerja selama 14 tahun di Taiwan dan sangat berpengalaman dalam pengasuhan. Tidak hanya telaten dan penuh perhatian, ia juga sangat memahami rincian pengobatan pasiennya. Kapanpun pasiennya membutuhkannya, ia selalu siap sedia.
Tak takut kotor dan bau, Siti merawat kakek demensia dengan penuh perhatian
Peraih penghargaan lainnya Siti Purnati telah merawat kakek demensia selama lebih dari enam tahun. Tak hanya cermat dalam menyiapkan makanan bersarat gizi, ia juga meneliti jenis makanan yang bagus buat pasien dan rajin membersihkan luka kakek tanpa takut kotor atau bau. Bahkan saat kakek pingsan, ia juga segera menelepon 119 untuk pertolongan darurat.
Umi giat belajar Mandarin agar dapat berbincang dengan pasien yang dirawat
Sedangkan Umi Kulsum telah bekerja selama tujuh tahun di Taiwan dan sudah fasih berbahasa Mandarin. Umi masih terus meningkatkan kemampuan bahasanya agar ia bisa leluasa komunikasi dan mengobrol dengan pasien yang dia rawat.
Perhargaan "Pekerja Migran Teladan" memiliki makna pengakuan atas dedikasi
Kekurangan tenaga kerja di Taiwan sangat parah, dan kontribusi para pekerja migran telah meringankan permasalahan ini. Bagi pekerja migran sendiri, penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi mereka selama bertahun-tahun di Taiwan.
