Orang Taiwan terperangkap penipuan upah tinggi di Kamboja

Tangan diborgol dan ditendang. Ini adalah video yang dibagi dalam grup pekerja Kamboja di medsos. Banyak kasus penipuan perekrutan bekerja ke luar negeri akhir-akhir ini. Banyak warga tertipu dengan upah tinggi dan berangkat kerja ke Kamboja. Namun, sesampai di sana, mereka dipaksa untuk melakukan penipuan dan diganjar dengan sentruman listrik jika melawan. Korban yang selamat masih mengalami trauma.

Korban penipuan kerja ke Kamboja dengan nama samaran A Chiang mengatakan, “Kadang terkejut dan terbangun dari tidur, sangat takut tidak bekerja dengan baik dan tiba-tiba ada sentruman listrik dari belakang. (Saya) melihat beberapa orang lokal Kamboja yang ditekan di lantai, dipotong organ tubuh atau langsung ditembak. (Saya) mulai ketakutan tidak bisa melihat matahari esok.”

Korban tertipu ke Kamboja, disiksa dan dijual kembali

Terkecoh oleh iklan upah tinggi, banyak orang yang merantau ke negeri asing dan dipaksa bergabung dengan sindikat penipuan. Tidak hanya gagal mendapatkan uang, malah dipukuli jika dinilai tidak bekerja dengan baik. Ada juga yang bekerja ke Kamboja bersama kekasihnya atas ajakan teman dan menjadi pekerja budak dan hampir dijual.

Polisi terima 213 laporan, diduga terdapat ribuan kasus tersembunyi

Biro Kriminal menerima 213 laporan kasus orang Taiwan yang tertipu untuk bekerja ke Kamboja. Mungkin masih terdapat ribuan kasus tersembunyi yang belum terungkap karena sebagian iklan perekrutan dipasang pada situs perekrut kerja resmi.

Organisasi anti-penipuan hentikan bantuan kerja ke Kamboja per 3/8

Meskipun pihak polisi selalu melakukan sosialisasi, tetapi masih ada orang mencoba dan tertipu. Organisasi anti penipuan internasional GASO yang telah lama melakukan upaya penyelamatan, tanggal 6  melalui medsos mengumumkan bahwa mereka menghentikan upaya penyelamatan warga Taiwan dan Malaysia yang bekerja ke Kamboja mulai 3 Agustus untuk menghindari pemborosan materi.
 

全台敬老金大調查