Indonesia memiliki Ibu Kota Negara baru “Nusantara” di 2024
Tanggal 18 Januari DPR RI meloloskan RUU Ibu Kota Negara, memastikan lokasi di provinsi Kalimantan Timur. Presiden juga telah menyetujui penggunaan nama “Nusantara” sebagai nama Ibu Kota Negara, dalam bahasa Jawa berarti seluruh kepulauan Indonesia. Program perpindahan ini diprediksi akan diselesaikan sebelum 2024.
Jakarta berpenduduk padat, kerap hadapi bencana alam dan manusia
Jumlah penduduk Jakarta sebanyak 10 juta jiwa, dengan kepadatan tinggi, jalanan sesak, masalah polusi, penyedotan air bawah tanah yang berkepanjangan, menjadikan penurunan muka air tanah, ditambah dengan perubahan iklim, maka kerap dilanda banjir. Pakar memprediksi ada ⅓ lahan Jakarta yang akan tenggelam pada tahun 2050. Program perpindahan ibu kota ini diusung oleh Presiden Jokowi sejak 2019.
Lokasi tepat di tengah Indonesia, akan bangun pusat rendah karbon
Lokasi Ibu Kota Negara baru tepat ada di tengah-tengah wilayah kekuasaan Indonesia, dikelilingi oleh hutan hujan tropis, tidak mudah dipengaruhi oleh bencana alam, mudah tersambungkan dengan kawasan lain. Pemerintah merencanakan akan membangun pusat yang rendah karbon, pengembangan farmasi, medis dan industri teknologi.
IKN Indonesia diharapkan bisa merangkul Malaysia, Brunei
Dana awal perpindahan diprediksi sebesar US$ 32,5 milyar, pemerintah sendiri akan mempersiapkan 19%nya, selebihnya akan berasal dari kalangan publik dan investor. Di pulau ini juga ada Malaysia dan Brunei, maka program perpindahan IKN Indonesia, diharapkan turut dapat mendorong pembangunan dua negara tersebut, menambah pembangunan infrastruktur dan distribusi sumber energi.
