Taipower menerangi situs 13 tingkat pada Festival Musim Gugur
發布時間:
更新時間:

Situs 13 tingkat yang terletak di Ruifang, Kota New Taipei, dibangun berdasarkan lanskap gunung dengan panorama terbuka yang indah dan luas. Setelah terbengkalai lebih 30 tahun, situs yang mempunyai keindahan tersendiri ini dinilai Pemkot New Taipei berpotensi terdaftar sebagai warisan budaya dunia. Taipower berencana menerangi situs ini dengan cahaya pada Festival Musim Gugur mendatang, untuk menghadirkan kembali masa keemasan penambangan emas situs 13 tingkat di masa lampau.
Warga harap Taipower memperhatikan polusi lingkungan lokal
Di masa lalu, situs 13 tingkat merupakan tempat pengolahan mineral terbesar di Jinguashi, Ruifang. Pada akhir 1980-an, berkurangnya bahan tambang menghentikan jalannya perusahaan Taijin, yang kemudian diambil alih oleh Taipower. Berhubung tanah setempat mengandung logam berat seperti belerang, arsenik dan tembaga, sehingga pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Lingkungan Pemkot New Taipei diumumkan sebagai wilayah yang tercemar. Pada tanggal 19, warga setempat membawa spanduk untuk memprotes ketidakpedulian Taipower selama 30 tahun terakhir. Taipower tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi kondisi udara lokal tercemar debu asbes dan logam berat yang mencemari tanah. Warga berharap, ketika Taipower mendanai penyalaan lampu situs, pada saat yang sama juga memperhatikan lingkungan setempat.
Direktur Contemporary Art Museum, Lin Zheng-wen (林正文) berpendapat jika perencanaan telah dilakukan sejak awal, maka tidak akan ada masalah polusi dan pembatasan lapangan pada hari ini.
Pembaruan lahan terpolusi mengaktifkan budaya lokal
Taipower menegaskan bahwa mereka secara bertahap telah membuat pagar, tanda peringatan, menutup lubang asap yang terbengkalai dan terus memantau serta mengawasi kelestarian lingkungan untuk memastikan kesehatan masyarakat. Selain itu juga berusaha mengaktifkan budaya lokal dengan seni publik, dan untuk pertama kalinya melakukan pembaruan lahan terpolusi dengan harapan bisa menjadi awal pengembangan lokalisasi setempat.
Editor: Shantina
