Sanksi berat oleh Vietnam picu gelombang inisiatif "lapor diri" di kalangan PMA ilegal
Antrean PMA yang mengenakan masker di luar Pos Pelayanan Kota Taichung di bawah naungan Ditjen Imigrasi Nasional (NIA) menjadi momen langka yang sempat diabadikan kamera. Situasi serupa juga pernah terjadi di Jepang pada pertengahan Agustus, saat sejumlah PMA berkumpul di depan kantor instansi setempat. Ternyata, mereka adalah PMA kaburan yang berinisiatif menyerahkan diri karena khawatir akan kebijakan baru pemerintah Vietnam yang menjatuhkan denda bagi PMA yang dideportasi.
==Rekan yang bekerja bareng dengan PMA Vietnam==
Saya tahu ada 1-2 orang yang menyerahkan diri
Namun sebagian besar tetap tidak menyerahkan diri
Yang mereka takutkan adalah hukuman penjara, sehingga mereka bersedia
Menghabiskan 1-2 tahun untuk bekerja
Dan mendapatkan uang lebih banyak dibandingkan denda
Berantas PMA ilegal di luar negeri, otoritas Vietnam umumkan denda berat per 10/9
Pemerintah Vietnam mengumumkan, per 10 September 2026, PMA Vietnam di luar negeri yang dideportasi karena menetap secara ilegal akan dikenakan denda maksimal 100 juta dong Vietnam, setara dengan Rp68 juta. Selain itu, agen ilegal atau pihak yang terlibat dalam upaya membujuk, menipu, atau mengelabui pekerja untuk melarikan diri akan didenda maksimal 180 juta dong, atau Rp120 juta. Sementara agen penyalur yang melakukan pelanggaran dengan memungut biaya berlebihan akan didenda maksimal 70 juta dong, atau sekitar Rp48 juta.
==PMA yang kehilangan kontak==
Biaya perjalanan ke luar negeri yang kami tanggung saat itu mencapai
US$5.000-6.000 bahkan US$7.000
Kami harus meminjam kredit untuk ke luar negeri, bebannya sangat berat
Skala PMA Vietnam kaburan yang berinisiatif lapor diri naik 7% dari 10-24 Agustus
Berdasarkan statistik bulan Juli, jumlah PMA Vietnam di Taiwan yang kehilangan kontak mencapai hampir 60.000 orang, melampaui 60% dari total PMA kaburan di seluruh Taiwan, sementara proporsi PMA Vietnam kaburan yang berinisiatif menyerahkan diri dalam periode dua minggu dari tanggal 10- 24 Agustus meningkat 7%.
Inisiatif lapor diri, denda WNA di Taiwan dengan visa kedaluwarsa dipotong 50%
Saat ini, NIA memberikan keringanan berupa reduksi denda 50% bagi warga asing yang visanya kedaluwarsa apabila mereka berinisiatif menyerahkan diri sebelum dijaring pihak berwenang. Terkait efektivitas kebijakan pemerintah Vietnam untuk memberantas masalah PMA kaburan di luar negeri dengan memberlakukan denda berat, telah menjadi sorotan berbagai pihak.
