Klinik Antai Songhe di Banqiao terlibat kasus kluster penderita Hepatitis C akut
Terima suntikan nutrisi, 11 pasien klinik terinfeksi Hepatitis C akut
Klinik Antai Songhe di Kota New Taipei tertutup rapat setelah diperintahkan berhenti beroperasi usai terlibat kasus kluster Hepatitis C akut. Dokter yang bertanggung jawab dijatuhkan hukuman. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menerima laporan, ada keluarga tiga orang di Distrik Banqiao, Kota New Taipei yang terdiagnosis Hepatitis C akut. Ketiganya dikonformasi menerima suntikan nutrisi di klinik tersebut. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan penderita kluster Hepatitis C mencapai total 11 orang.
==Lee Yan-yi // Dokter CDC==
Selanjutnya, ada 8 orang lainnya
Yang positif terdiagnosis Hepatitis C akut
Dan semuanya pernah mengunjungi klinik (unutk menerima suntikan nutrisi)
Urutan asam nukleat virus kesembilan pasien pada kasus
Mencapai tingkat similaritas sebesar 99%-100%
Tak diobati, Hepatitis C dapat berkembang menjadi gejala sirosis dan kanker liver
Pasien yang tertular Hepatitis C akut mengalami gejala seperti demam, mual, atau penyakit kuning. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi Hepatitis C kronis yang ke depannya berisiko menimbulkan komplikasi sirosis dan kanker liver. Untungnya, saat ini ada obat antivirus yang efektif untuk mengatasi Hepatitis C.
Total 1.118 penerima suntikan nutrisi sejak Juli 2025 diminta jalani tes darah
Dari kronologi kasus dan masa inkubasi enam bulan untuk Hepatitis C akut, CDC menyusun daftar pasien yang menerima suntikan di klinik sejak Juli 2025 dan meminta ke-1.118 pasien untuk menjalani tes darah. Lewat dua kali inspeksi pada Agustus, CDC juga menyingkap sejumlah kelalaian dan masalah pada klinik.
==Lo Yi-chun // Dirjen CDC==
(Diperkirakan) akan ditemukan lebih banyak lagi kasus Hepatitis C terselubung
Yang akan membentuk seluruh rangkaian rantai penularan
Temukan 9 masalah utama, otoritas jatuhkan denda NT$300.000 pada klinik
Sembilan masalah utama ditemukan pada klinik, mencakup tidak menerapkan sanitasi tangan saat mengobati pasien, jarum yang dibiarkan tertancap pada sumbat karet botol obat dan dipakai berulang kali untuk mengambil obat. Selain menjatuhkan denda NT$300.000, Departemen Kesehatan Kota New Taipei juga memeritahkan penghentian operasi pada klinik.
