Jelang latihan militer AS-Korsel, Trump umumkan pemangkasan skala besar
Korsel tolak terlibat perang di Timteng, diduga picu kekecewaan Trump
Melalui platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemangkasan skala latihan militer gabungan AS-Korsel yang dijadwalkan mulai tanggal 17. Trump mengungkapkan, dirinya sempat meminta Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung untuk bergabung dalam aksi militer denuklirisasi Iran, tetapi ditolak secara langsung. Rasa kecewa Trump atas ketidaksediaan sekutunya membantu beban perang AS di Timur Tengah menjadi salah satu alasan utama pemangkasan skala latihan militer tersebut.
Biaya latihan militer sebagian besar ditanggung AS, Trump merasa keberatan
Alasan lain adalah hubungan baik antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Trump mengkritik bahwa latihan militer AS-Korsel memberi sinyal bermusuhan kepada negara yang menghormati dan tidak mengancam AS, juga mengeluhkan tingginya biaya latihan yang sebagian besar ditanggung AS, serta menyatakan ketidakpuasan atas kesepakatan masa lalu yang membuat AS terus berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Latihan Ulchi Freedom Shield, AS-Korsel semula kerahkan hampir 50.000 personel
Latihan gabungan Ulchi Freedom Shield semula dijadwalkan berlangsung tanggal 17 hingga 27 untuk memperkuat kesiapan tempur pasukan gabungan AS-Korsel dalam menghadapi ancaman Korea Utara. Latihan yang awalnya melibatkan sekitar 50.000 personel dari kedua negara ini mendadak dipangkas tak lama setelah konferensi pers bersama. Hal ini memicu perhatian publik terhadap masa depan aliansi AS-Korsel serta efek meluasnya konflik Timur Tengah.
