Gunakan dalih taifun, Tiongkok umumkan kontrol lalu lintas navigasi di Selat Taiwan
CGA bantah keras, klaim Tiongkok tidak berhak mengatur Selat Taiwan
Melalui pengeras suara, Administrasi Patroli Pantai (CGA) Taiwan mengusir empat kapal Administrasi Keselamatan Maritim Tiongkok di perairan Kinmen pada tanggal 5. Seiring mendekatnya Taifun Dolphin, Tiongkok melancarkan taktik baru dengan mengumumkan kontrol lalu lintas secara sepihak di pintu selatan Selat Taiwan pada tanggal 6. CGA membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa Tiongkok sama sekali tidak berhak mengatur wilayah perairan di Selat Taiwan.
==Ou Yu-fei // Kepala Bagian Humas, CGA==
Tiongkok tidak punya wewenang apa pun untuk mengatur wilayah perairan ini
Mengenai siasat mengatasnamakan taifun untuk melakukan
Operasi perang kognitif demi menciptakan kesan yurisdiksi atas wilayah itu
CGA mengecam sekeras-kerasnya tindakan (Tiongkok)
MAC kecam Tiongkok mengabaikan norma internasional
Dewan Urusan Daratan (MAC) mengecam keras klaim Tiongkok dan menegaskan bahwa Partai Komunis Tiongkok tak berhak untuk mengatur atau menjalankan yurisdiksi apa pun atas wilayah laut Taiwan. Pernyataan Tiongkok dinilai arogan serta mengabaikan norma internasional. Pakar menganalisis, aksi kapal Tiongkok yang sering melintasi batas perairan dengan dalih penegakan hukum merupakan strategi yang bertujuan untuk membentuk persepsi bahwa Selat Taiwan merupakan bagian dari perairan internal Tiongkok.
==Chou Yu-ping // Mantan Kepala Divisi Perencanaan Komando Rudal Taiwan==
Selain gangguan yang dilakukan kapal perang (Tiongkok)
Apa yang dikatakan sebagai patroli kesiapsiagaan tempur
Pada dasarnya bertujuan menjadikan Selat Taiwan sebagai perairan internalnya
Pakar dorong pemerintah raih dukungan internasional untuk hadapi Tiongkok
Pakar menilai langkah Institut Amerika di Taiwan (AIT) merilis video pelayaran bersama Penjaga Pantai AS dan Taiwan merupakan sinyal dukungan nyata terhadap keamanan maritim serta partisipasi internasional Taiwan. Oleh karena itu, pemerintah didesak terus menggalang dukungan internasional guna memperkuat penentangan terhadap upaya Tiongkok yang ingin mengaburkan kedaulatan Taiwan.
