Yuan Legislatif loloskan draf UU perberat sanksi kemudi maut narkoba
Menanggapi masalah berkendara di bawah pengaruh narkoba, Yuan Legislatif kemarin meloloskan tinjauan pertama amandemen undang-undang untuk menaikkan sanksi secara menyeluruh. Bagi pelanggar pertama kali, denda berat sebesar NT$150.000 untuk pengemudi mobil dan NT$120.000 untuk pengendara motor, serta pencabutan SIM. Pengendara sepeda juga didenda hingga NT$12.000. Jika menolak tes, pelanggaran pertama didenda NT$270.000, dan denda berikutnya akan bertambah NT$180.000 setiap kali tanpa batas maksimal.
Bersepeda di bawah pengaruh narkoba, dikenakan denda maksimal NT$12.000
Seorang pekerja berusia 30 tahun di Taipei dihentikan petugas saat bersepeda ke tempat kerja karena laju sepedanya tidak stabil dan wajahnya tampak linglung. Setelah diperiksa, ia terbukti bersepeda di bawah pengaruh narkoba. Berdasarkan aturan saat ini, ia hanya dikenai denda maksimal NT$2.400. Namun, untuk menekan maraknya kasus kemudi maut narkoba, Yuan Legislatif telah meloloskan pembacaan pertama amandemen UU Lalu Lintas yang menaikkan sanksi secara menyeluruh. Nantinya, pesepeda maupun pengendara kendaraan lambat lain yang berada di bawah pengaruh narkoba dapat didenda hingga NT$12.000, dan kendaraannya langsung di sita.
Pelanggaran pertama kemudi maut narkoba didenda maks. NT$150.000+cabut SIM
Untuk kendaraan bermotor, pelanggaran pertama akan langsung dikenai denda NT$150.000 bagi pengemudi mobil dan NT$120.000 bagi pengendara motor, disertai pencabutan SIM. Bagi pelanggaran berulang, tidak ada batas maksimal denda. Setiap kali mengulangi pelanggaran, pelaku akan dikenai tambahan NT$90.000. Sementara itu, jika menolak menjalani tes, pelanggaran pertama didenda NT$270.000, pelanggaran kedua NT$450.000, dan setiap pelanggaran berikutnya ditambah NT$180.000 dari nominal sebelumnya.
