Negosiasi gencatan senjata AS-Iran kandas, AS bombardir 140 target militer di Iran
Negosiasi gencatan senjata antara Amerika dan Iran dinyatakan kandas. Konflik kembali melanda Selat Hormuz. Tanggal 12, pasukan Amerika menggempur 140 target di Iran, memicu serangan balasan dari Iran yang berdampak pada sejumlah negara Teluk Persia. Iran mengklaim telah menutup jalur perairan Selat Hormuz, namun Amerika menegaskan bahwa selat masih tetap terbuka. Pertikaian memicu kenaikan harga minyak sebesar 3% pada tanggal 13.
AS serang Iran, 140 target dibombardir dalam 24 jam
Amerika Serikat meluncurkan gelombang baru serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada Minggu sore tanggal 12. Komando Pusat AS dalam unggahannya di platform X menyatakan bahwa serangan udara ini dilancarkan karena Iran kembali menyerang kapal kargo, dan menegaskan akan terus melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu kebebasan navigasi kapal dagang di Selat Hormuz. Dalam waktu 24 jam, AS telah menggempur 140 target di Iran.
Iran balas serangan, negara Teluk Persia termasuk Kuwait dan Qatar ikut terdampak
Di saat yang sama, Iran juga meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk Persia yang merupakan negara sekutu AS, termasuk Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania dan Oman. Menghadapi ofensif kuat dari AS, Iran tidak hanya membalas secara militer, tetapi juga dengan memblokade Selat Hormuz.
==Pembawa Berita Televisi Nasional Iran==
Otoritas Selat Teluk Persia dalam pernyataannya menyampaikan
Akibat tindakan ilegal militer Amerika Serikat di kawasan tersebut
Selat Hormuz saat ini tidak dapat dilalui
Perang AS-Iran kembali membara, status Selat Hormuz masih simpang siur
Iran pada tanggal 12 mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan menyatakan bahwa semua kapal yang melintas harus mengajukan izin pada unit khusus. Namun, pihak AS membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa Iran tidak menguasai Selat Hormuz dan lalu lintas pelayaran tetap berjalan normal. AS juga menegaskan bahwa sejumlah pasukan telah dikerahkan di berbagai titik strategis demi menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Bentrokan AS-Iran picu gejolak keuangan global, harga minyak naik lebih dari 3%
Kembali pecahnya perang antara AS dan Iran membuat kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya susah payah dicapai berakhir. Selat Hormuz yang terancam kembali diblokade secara total memicu gejolak hebat di pasar keuangan global. Pada 13 Juli, harga minyak mentah berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak lebih dari 3%.
