Kenaikan biaya sektor mamin, Din Tai Feng umumkan 5% kenaikan harga per 22/6
Kecenderungan kenaikan harga di industri makanan dan minuman Taiwan terus berlanjut. Restoran Din Tai Feng mengumumkan kenaikan harga rata-rata 5% mulai 22 Juni. Statistik menunjukkan, tingkat pertumbuhan tahunan indeks harga konsumen bulan Mei mencapai 2,2%. Mengingat masih adanya tekanan kenaikan harga di masa depan, maka apakah hal ini akan memicu gelombang baru kenaikan harga telah menarik banyak perhatian.
Biaya SDM+bahan baku melejit, Din Tai Feng dongkrak harga jual sebesar 5%
Proporsi akurat dan teknik delapan belas lipatan pada produk pangsit merupakan ciri khas yang membuat popularitas Restoran Din Tai Fung melejit. Namun ke depannya, warga perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati hidangan istimewa ini. Din Tai Fung mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah menu pilihan per tanggal 22, dengan kenaikan rata-rata sekitar 5%.
==Warga Kota Taipei==
Bukan cuma Din Tai Feng, masih banyak restoran lainnya
Kenaikan harganya lumayan banyak
Mungkin naik sebesar NT$5 atau NT$10
Biaya SDM+bahan baku melejit, Din Tai Feng dongkrak harga jual sebesar 5%
Din Tai Fung menanggapi, selain untuk menjaga kualitas produk dan layanan, kenaikan harga per tanggal 22 dipicu oleh melambungnya biaya operasional, mencakup bahan baku dan SDM. Harga setiap pangsit naik NT$1, sementara harga nasi goreng udang dan telur naik dari NT$300 menjadi NT$320. Selain itu, harga seporsi pangsit udang dengan minyak cabai pedas dan harga makanan kecil masing-masing naik NT$10.
Takut pelanggannya kabur, pemilik toko makanan ringan tak berani dongkrak harga
Berbeda dengan jaringan restoran ternama yang telah menaikkan harga, pelaku usaha toko makanan kecil khawatir kenaikan harga akan membuat pelanggan enggan membeli walau harga jual mereka tergolong rendah, sehingga mereka tak punya pilihan selain tetap mempertahankan harga lama.
==Bapak Ye // Pelaku usaha toko makanan==
Pelanggan lama semuanya balik ke sini untuk makan
Jadi, jangan hanya karena demi memperoleh sedikit laba
Malah mengakibatkan para pelanggan kabur
DGBAS: Tembus batas peringatan inflasi, IHK Mei naik 2,2% YoY
Berdasarkan data yang dirilis sebelumnya oleh Ditjen Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), tingkat pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan mencapai 1% pada Januari tahun ini dan 2,2% pada Mei setelah sempat berfluktuasi, melampaui ambang batas peringatan inflasi sebesar 2%. Kenaikan harga pangan per tahun bahkan lebih kentara, naik dari 0,58% pada April menjadi 1,36% pada Mei. Pakar menilai, inflasi impor ditambah dengan kenaikan upah staf restoran berpotensi menambah biaya operasional pada industri mamin (makanan dan minuman), sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.
