Cegat penyelundupan bakcang, petugas bea cukai perketat pemeriksaan di bandara
Menjelang libur panjang Festival Peh Cun atau juga dikenal sebagai Festival Perahu Naga, Administrasi Bea Cukai Taiwan mengingatkan bahwa Taiwan baru saja menyandang kembali status bebas dari tiga penyakit utama babi di Asia. Oleh karena itu, pelancong dilarang keras membawa masuk bakcang atau produk olahan daging babi. Pelanggar bisa dikenakan denda hingga NT$1 juta, atau ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun.
Otoritas tingkatkan pemeriksaan bagasi, paket dan barang jelang Festival Peh Cun
Menjelang liburan Festival Peh Cun, petugas bea cukai di bandara telah bersiaga mengantipasi peningkatan jumlah penumpang, terutama bagi yang mencoba menyelundupkan bakcang berisi daging, baik secara pribadi atau melalui layanan ekspedisi dari kerabat di luar negeri. Guna mencegah penyebaran penyakit seperti Asfivirus, Administrasi Bea Cukai telah memperketat pemeriksaan di bandara, terutama pada bagasi, paket internasional dan barang kiriman ekspres.
==Li Shao-han // Kepala Seksi Inspeksi, Cabang Songshan Taipei, Administrasi Bea Cukai==
Menjelang Festival Peh Cun, produk olahan daging babi dari kawasan epidemi
Mencakup Tiongkok dan Korea Selatan
Akan menjalani pemeriksaan yang lebih ketat lagi
Misalnya Tiongkok
Barang yang lebih banyak disita merupakan produk sosis ham
Dan kue yang mengandung daging babi
Pelanggaran serius dijatuhi denda NT$1 juta hingga masa penjara maks. 7 tahun
Menurut statistik Badan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (APHIA), total 542 penumpang membawa produk daging babi dari kawasan epidemi Asfivirus tahun ini, 144 di antaranya merupakan WNA. Administrasi Bea Cukai mengingatkan, bagi yang membawa produk daging babi dari kawasan epidemi Asfivirus akan didenda NT$200.000 untuk pelanggaran pertama dan NT$1 juta untuk pelanggaran berikutnya, dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
CGA berhasil cegat ratusan kg produk kacang tanah+bihun siput asal Tiongkok
Selain itu, Administrasi Patroli Pantai (CGA) cabang Kinmen, Matsu dan Penghu juga melancarkan operasi penertiban per tanggal 13, pada hari pertama berhasil mencegat ratusan kilogram kacang tanah dan bihun siput asal Tiongkok yang belum melewati pengujian.
