Pusat penitipan anak terlibat skandal penyiksaan, sejumlah balita diikat dengan tali
Terbongkar sebuah kasus pelecehan anak di sebuah pusat penitipan anak di Yogyakarta, kota jantung kebudayaan Jawa Tengah, Indonesia. Melalui penggerebekan pada akhir April, polisi menemukan banyak anak kecil dengan tangan dan kaki terikat, beberapa bahkan diikat ke pintu. Orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka sering mengalami memar, luka-luka, dan selalu menolak untuk bersekolah. Polisi telah menangkap 13 wanita terkait kasus ini.
Sadar putrinya alami penganiayaan fisik, orang tua dihantui perasaan bersalah
Menatapi memar di lengan putrinya, Aldewa dihantui perasaan bersalah. Ia tidak pernah membayangkan, tindakan menitipkan putrinya ke pusat penitipan anak “Little Aresha” malah berujung pada trauma fisik dan psikologis seperti demikian, bahkan menimbulkan fobia terhadap sekolah pada diri putrinya.
Hemat SDM, 20 balita diikat dan dijejal ke dalam kamar berukuran 3x3 m
Kasus penganiayaan anak ini terungkap setelah seorang staf penitipan anak membeberkan informasi kepada polisi. Ia mengungkapkan bahwa staf mengikat para balita atas instruksi pimpinan agar dapat merawat lebih banyak anak di bawah keterbatasan SDM. Polisi menggerebek pusat penitipan anak tersebut pada akhir April dan menemukan sebanyak 20 balita berjejal di dalam ruangan seluas 3x3 meter. Para korban berusia antara 2-6 tahun. Dari 103 anak yang terdaftar, setidaknya 53 diidentifikasikan sebagai korban.
Pusat penitipan anak terlibat penyiksaan, polisi kumpulkan bukti+perkuat supervisi
Sebelum menyerahkan kasus kepada kejaksaan, polisi masih mengumpulkan bukti lebih lanjut guna menunjang investigasi yang diperkirakan rampung pada akhir Juni. Skandal ini telah menuai kecaman keras dari warga Indonesia. Pemerintah telah berjanji untuk memperkuat inspeksi dan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
