24H直播

Fenomena El Niño berimbas pada produksi beras, petani Cirebon gunakan air tanah

發布時間: 更新時間:

Fenomena El Niño mendatangkan kemarau dan krisis air berkepanjangan di Kota Cirebon. Petani cuma bisa mengandalkan pompa air tanah untuk mengirigasi sawah padi. Suhu tinggi dan kemarau mengakibatkan produksi beras setempat merosot sehingga tak mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

Kemarau berkepanjangan akibat El Niño berimbas pada perekonomian Indonesia

Hamparan sawah di Kota Cirebon, daerah penghasil beras di Jawa Barat, yang semula hijau permai kini retak dan gersang. Kemarau berkepanjangan yang ditimbulkan El Niño memaksa petani untuk mengebor sumur, memasang pipa dan memompa air tanah.

Sumber air jauh+pompa tak efisien, petani beralih ke tanaman xerofit

Walau air tersedia, kenaikan harga BBM solar dan biaya operasional menyebabkan petani yang mengandalkan laba tipis untuk bertahan hidup semakin sengsara. Ada petani bahkan meninggalkan musim tanam ketiga dan beralih menanam kacang hijau yang lebih toleran terhadap kemarau karena jarak sumber air jauh dan daya pompa tidak memadai. Statistik Kementerian Pertanian Indonesia menunjukkan, produksi beras Cirebon dalam empat bulan pertama tahun ini sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar, dengan tingkat defisiensi di atas 2.000 ton.
 

您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。