MOJ: 10 tahun penjara untuk kasus berat mengemudi di bawah pengaruh narkoba
Kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba semakin merajalela. Baru-baru ini, seorang pria di Changhua menolak tes air liur dan menabrak dua polisi, mengakibatkan cedera parah pada kedua kaki kepala kantor polisi Changhua. Pengadilan memutuskan, pelaku dibebaskan tanpa jaminan, yang memicu amarah publik. Menanggapi hal ini, Kementerian Kehakiman berencana memperberat sanksi hingga lima tahun penjara dan tiga hingga sepuluh tahun masa penjara bagi yang menimbulkan cedera parah.
Pengguna narkoba tabrak polisi di Changhua, pengemudi dibebaskan tanpa jaminan
Kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba semakin marak. Tanggal 4, seorang pria di Changhua menolak pemeriksaan dan menabrak petugas, menyebabkan kepala polisi cabang Changhua mengalami luka berat di kedua kakinya, dan polisi yang mendampingi terluka di kedua tangannya. Meski jaksa mengajukan penahanan, hakim memutuskan membebaskan tersangka tanpa jaminan dengan alasan sulit mengidentifikasi adanya risiko melarikan diri yang memicu kemarahan publik.
==Cheng Ming-chien // Menteri Kehakiman==
Korban jiwa dan luka akibat mengemudi di bawah pengaruh narkoba
Adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi
Keputusan Pengadilan Distrik Changhua
Yang membebaskan tersangka tanpa jaminan
Kejaksaan Changhua telah mengajukan banding
MOJ: Maks. 10 tahun penjara bagi pengemudi narkoba yang memicu cedera parah
Mengenai peningkatan hukuman pidana untuk kasus DUI (Driving Under the Influence) narkoba, Kementerian Kehakiman mengungkapkan bahwa tindakan DUI narkoba yang semula diancam hukuman penjara maksimal tiga tahun, rencananya akan dinaikkan menjadi maksimal 5 tahun. Sedangkan untuk kasus yang menyebabkan luka berat, yang semula 1 hingga 7 tahun penjara, akan dinaikkan menjadi 3 hingga 10 tahun penjara.
==Menteri Kehakiman vs. Legislator TPP,Chen Gau-tzu==
Untuk kasus yang menyebabkan kematian
Hukuman saat ini adalah 3 hingga 10 tahun penjara
Dalam rancangan revisi yang kami usulkan
Hukumannya dinaikkan menjadi 5 hingga 12 tahun penjara
Serta denda tambahan sebesar NT$3 juta
Untuk pelaku yang mengulang dan menyebabkan luka berat
Hukumannya juga menjadi 5 hingga 12 tahun penjara
Jika sampai menyebabkan kematian, pelaku dijatuhi hukuman penjara seumur hidup
MOHW berencana denda kepemilikan rokok elektrik hingga NT$100.000
Meski Undang-Undang Pencegahan Bahaya Tembakau telah melarang penggunaan rokok elektrik, zat etomidate marak dikonsumsi lewat alat tersebut. Karena itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) sedang merancang aturan baru untuk mengenakan denda hingga NT$100.000 atas pemilikan rokok elektrik.
MOJ gelar sidang peninjauan narkotika pada 17 Juni, etomidate jadi Golongan I
Kementerian Kehakiman akan menggelar rapat Komite Peninjauan Narkotika tanggal 17 Juni untuk memasukkan etomidate ke dalam kategori narkotika golongan I, dengan ancaman maksimal hukuman mati bagi produsen dan pengedar. Pemerintah juga mengkaji perundang-undangan guna mempercepat proses identifikasi dan memperluas kapasitas pengujian, serta meningkatkan efek jera terhadap kriminalitas.
