Suhu terik berlanjut hingga Kamis, depresi tropis berpotensi berkembang jadi taifun
Meski belum resmi musim panas, wilayah Taiwan dan pulau-pulau terluar dilanda suhu tinggi dan cuaca gerah selama beberapa hari terakhir. Administrasi Cuaca Pusat menyatakan terik panas berlanjut hingga Kamis, sementara depresi tropis di perairan tenggara berpotensi menguat menjadi taifun.
Hindari sengatan hawa panas, warga di luar ruangan kenakan pakaian panjang
Terik mentari di sela-sela dedaunan menyilaukan mata. Suhu di Kaohsiung tanggal 26 pk. 09:00 pagi melampaui 30°C. Suhu menyengat memaksa sebagian besar pengendara motor yang menunggu di lampu merah mengenakan celana panjang, beberapa pengendara wanita bahkan mengenakan jaket dan sarung tangan.
Cuaca panas berlanjut hingga Kamis, suhu tertinggi capai 40°C
Selain mengenakan sarung lengan, warga juga membawa topi dan masker untuk melindungi diri dari terpaan matahari. Pakar meteorologi menganalisis, dari tanggal 26 hingga 28, sisa fron awan akan bergerak mundur ke utara, uap air berkurang, kondisi atmosfer stabil. Suhu akan mencapai kulminasi selama dua hari ini, suhu tertinggi berpotensi mencapai 40°C. Administrasi Cuaca Pusat (CWA) menyatakan, cuaca panas akan berlanjut hingga tanggal 28 dan menjadi tidak stabil setelah fron awan tiba tanggal 29.
==Lin Bing-yu // Petugas prakiraan ucaca CWA==
Untuk sepekan ini, suhu panas akan berlangsung hingga Kamis
Terutama di kawasan Taipei Raya dan area pegunungan di wilayah sentral
Dan sebagian lembah di wilayah Hualien dan Taitung
Suhu siang hari mungkin akan melampau 37°C
Depresi tropis berpotensi menguat jadi taifun dan memicu ombak panjang
Depresi tropis yang saat ini berada di sisi tenggara Taiwan berpotensi menguat menjadi taifun ke-6 tahun ini dalam dua hari ke depan. Walau jaraknya relatif jauh dari Taiwan, saat bergerak menuju perairan di selatan Okinawa, depresi tropis ini tetap berpotensi memicu ombak panjang di pesisir utara dan timur seiring sirkulasi periferalnya. Warga diimbau tetap waspada.
