Bangunan yang tengah dikonstruksi di Filipina ambruk, 4 tewas, 10 hilang
Sebuah hotel sembilan lantai yang sedang dibangun di Luzon, Filipina roboh pada Minggu dini hari, menimbun pekerja yang terlelap dan menimpa hotel di dekatnya, menewaskan seorang turis asal Malaysia. Saat ini, empat orang dinyatakan tewas, sementara belasan lainnya masih hilang.
Bangunan 9 lantai runtuh tanpa peringatan, situasi di lokasi porak-poranda
Rekaman udara menunjukkan puing-puing bangunan hampir rata dengan tanah, sementara jaring pengaman berwarna hijau masih melekat pada tumpukan perancah. Kecelakaan ini terjadi di Kota Angeles yang berada di 80 km utara dari Manila, awalnya merupakan pangkalan udara luar negeri utama AS dan memiliki industri hiburan yang berkembang pesat. Bangunan sembilan lantai ini semula direncanakan sebagai hotel apartemen, namun tiba-tiba runtuh tanpa peringatan tanggal 24 dini hari. Petugas meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan sepanjang malam.
Sejumlah pekerja tertimbun hidup-hidup, petugas berupaya melawan waktu
Sejumlah pekerja yang tidur di lantai pertama terkubur hidup-hidup. Petugas hanya bisa menggunakan palu untuk menghancurkan puing-puing dan mengeluarkan korban yang terjebak, mereka tidak berani menggunakan alat berat karena khawatir struktur bangunan yang runtuh akan menjadi semakin tidak stabil. Lambannya laju perkembangan upaya penyelamatan membuat anggota keluarga yang menunggu di tempat kejadian semakin cemas.
==Anggota keluarga korban==
Mereka mungkin sudah tidak bernyawa lagi saat ini
Mereka telah (terkubur) tanpa makanan di sana selama lebih dari 24 jam
Juga tidak ada persediaan air
Saya tidak optimistis bahwa mereka masih dapat bertahan hidup
Namun saya tetap berharap laju upaya penyelamatan dapat dipercepat
Belasan korban diperkirakan hilang, otoritas tengah investigasi penyebab insiden
Menurut pihak berwenang, insiden ini mengakibatkan empat orang tewas, termasuk seorang turis Malaysia yang menginap di hotel sekitarnya. Belasan orang belum diketahui keberadaannya. Jumlah pasti korban yang terjebak dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Ledakan gas di tambang Liushenyu, Provinsi Sanxi, Tiongkok tewaskan 82 jiwa
Dalam berita lain, ledakan gas terjadi di tambang batubara Liushenyu di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, Tiongkok tanggal 22, menewaskan sedikitnya 82 orang, mayoritas karena menghirup gas beracun. Investigasi mengungkapkan, peta tambang yang diberikan oleh operator tidak sesuai dengan kondisi lokasi sebenarnya. Walau pengumuman resmi menyatakan hanya 124 orang yang berada di bawah tanah, sebenarnya ada 247 orang yang bekerja di tambang tersebut. Seratusan orang tidak mengenakan kartu pelacak GPS, yang tidak hanya merupakan pelanggaran serius, namun juga menghambat upaya pencarian dan penyelamatan.
