Kasus menyetir di bawah efek narkoba melonjak, MOTC berencana perberat sanksi
Kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba melonjak drastis dari 2.600-an kasus pada 2 tahun lalu menjadi 8.600-an kasus pada tahun lalu, dan dalam 3 bulan pertama tahun ini saja telah melampaui 3.000 kasus. Menanggapi kecenderungan ini, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) berencana merevisi undang-undang, mengadopsi hukuman lebih berat untuk pengemudi dan juga penumpang.
Pria gunakan narkoba dan melaju di jalur berlawanan, total 6 orang terluka
Tanggal 6 pagi, sebuah mobil di Distrik Yingge, Kota New Taipei menerobos sawah hingga bagian depannya penyok. Pengemudi tiba-tiba berbelok ke jalur berlawanan dan menyebabkan tabrakan beruntun pada delapan kendaraan dan melukai enam orang. Korban mengalami cedera ringan hingga parah. Lewat tes air liur, oknum pria dinyatakan positif menggunakan narkoba dan dialihkan ke kantor kejaksaan dengan tuduhan membahayakan keselamatan publik.
Kematian tinggi akibat menyetir di bawah efek narkoba, MOTC berencana revisi UU
Kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba telah menyebabkan sejumlah kematian dan korban cedera. Akhir tahun lalu, seorang pejalan kaki di Keelung tewas dalam tabrakan kecepatan tinggi. Pada Maret tahun ini, seorang guru wanita di Yilan tewas ditabrak saat menunggu lampu merah. Beberapa hari lalu, seorang pria di Changhua mengemudi serampangan di bawah efek narkoba dan menewaskan dua orang. Oleh sebab itu, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) berencana melakukan amandemen undang-undang.
==Chen Shih-kai // Menteri MOTC==
Pengunaan narkoba pada dasarnya merupakan sebuah kriminalitas
Pelaku terlebih dahulu melakukan kejahatan berupa menggunakan narkoba
Setelah itu malah mengemudi lalu melukai orang lain
Saya rasa tingkat kejahatan ini seharusnya tidak sebanding
Dengan kejahatan mengemudi di bawah pengaruh alkohol
Kasus mengemudi di bawah efek narkoba naik 3 kali lipat dalam 2 tahun terakhir
Kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba melonjak dari 2.600-an kasus dua tahun lalu menjadi 8.600-an kasus tahun lalu dan total 3.223 kasus dalam tiga bulan pertama tahun ini. Mengantisipasi maraknya kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba, MOTC berencana melakukan amandemen undang-undang dengan menjatuhkan sanksi kepada pengemudi dan juga penumpang.
Tingginya angka fatalitas, 6.800 orang tandatangani petisi guna memperberat sanksi
Isu mengemudi di bawah pengaruh narkoba pun menjadi sorotan publik. Dalam platform partisipasi daring kebijakan umum, ada yang mengusulkan agar pengemudi di bawah pengaruh narkoba dan menyebabkan kematian yang disamakan sebagai pembunuhan direvisi sebagai tindak pidana pembunuhan berencana dengan sanksi terberat berupa hukuman mati. Tak sampai dua bulan, lebih dari 6.800 orang menandatangani petisi tersebut.
Pakar: Upaya pencegahan dimulai dari aspek fundamental, kurangi penggunanya
MOTC mempertimbangkan dijatuhkannya hukuman berat untuk memberantas kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba. Namun, pakar juga menyarankan, upaya pencegahan memerlukan pendekatan multi-aspek, dimulai dari aspek fundamental, yakni menekan jumlah pengguna narkoba.
