Iran tembak 3 kapal kontainer di Selat Hormuz, 2 darinya disita
Kondisi di Selat Hormuz kembali memburuk pada tanggal 22 dengan setidaknya tiga kapal kontainer diserang tembakan artileri jarak dekat dari Korps Garda Revolusi Iran. Dua darinya kemudian disita, menandai pertama kalinya Iran mengambil aksi penyitaan sejak pecahnya perang dengan AS. Gedung Putih menanggapi dengan keras, menyatakan bahwa meskipun Presiden Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, blokade AS akan diteruskan hingga tanggapan terpadu diberikan oleh petinggi Iran.
Petinggi Iran kritik blokade pelabuhan, AS melanggar perjanjian gencatan senjata
Cuplikan video menunjukkan tentara bersenjata bertopeng menaiki kapal dan memasuki kabin untuk inspeksi. Korps Garda Revolusi Iran kemudian menyita kedua kapal berbendera Panama dan Liberia itu dengan alasan berlayar tanpa izin. Perjanjian gencatan senjata AS-Iran mengalami kebuntuan. Tidak lama setelah Trump mengumumkan penghentian sementara serangan lebih lanjut terhadap Iran, Ketua Parlemen Iran mengkritik bahwa blokade pelabuhan oleh AS membuat perjanjian gencatan senjata menjadi tidak berarti, sehingga Iran tidak mungkin membuka kembali Selat Hormuz. Gedung Putih menyatakan, Iran kini terpecah secara internal, dan AS bersedia bersikap fleksibel dan menunggu tanggapan.
