Lebih 32 ribu orang dukung petisi tolak pekerja migran India
Krisis pekerja mendorong Taiwan untuk mempertimbangkan perekrutan PMA dari India. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan, gelombang pertama PMA India diperkirakan tiba pada akhir tahun ini. Namun, hal ini memicu keresahan warga terkait isu keamanan umum. Lebih dari 32.000 orang telah menandatangani petisi lewat situs kebijakan umum, menuntut agar program tersebut ditangguhkan tanpa batas waktu.
Khawatir masalah keamanan, 32.000 orang desak tunda perekrutan PMA India
Menteri Ketenagakerjaan, Hung Sun-han, dalam sesi interpelasi baru-baru ini mengungkapkan, gelombang pertama PMA India mungkin tiba paling cepat tahun ini, yang memicu polemik. Ada warga mengajukan petisi melalui "Platform Partisipasi Kebijakan Publik Nasional" (kl kepanjangan baca situs kebijakan umum aja), meminta pemerintah memprioritaskan keamanan dalam negeri dan menunda program ini tanpa batas waktu. Hingga kini, jumlah pendukung melampaui 32 ribu orang.
==Li Chien-hung // Wakil Menteri Ketenagakerjaan==
Kebutuhan industri juga harus dipahami dan ditangani
Namun di saat yang sama, hal-hal yang menjadi perhatian masyarakat
Juga perlu kita pertimbangkan, kita harus merancang
Dan menyiapkan langkah-langkah pendukung yang sesuai
Taiwan rekrut PMA dari 4 negara Asia Tenggara, Jepang+Korea perluas sumber
Berdasarkan statistik Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), hingga Februari tahun ini, jumlah PMA di Taiwan telah melampaui 860.000 orang, mayoritas berasal dari Indonesia, Vietnam, Filipina dan Tailan. Dibandingkan Korea Selatan dan Jepang yang memiliki 17 dan 15 negara sumber, sumber PMA Taiwan relatif terbatas.
Ketidakpercayaan sosial terhadap warga India jadi penghambat tibanya PMA India
Pakar menjelaskan bahwa ketidakpercayaan masyarakat terhadap warga India telah menjadi isu sensitif dalam program perekrutan PMA India.
==Sun Chi-pen // Kepala Divisi Association of Foreign Relations ==
Banyak komentar yang bersifat prasangka
Atau pernyataan yang bertentangan dengan fakta
Dalam mengulas isu ini
Di saat yang sama, isu ini dikaitkan dengan politik dalam negeri
Yang mengakibatkan pertentangan kedua belah pihak semakin serius
MOL: Akan evaluasi total dan siapkan langkah pendukung
Menanggapi penolakan publik, Menteri Hung menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan industri, kekhawatiran masyarakat, hingga kesiapan kebijakan pendukung. Pelaksanaannya akan diawasi ketat dan tidak dilakukan secara terburu-buru.
