AS tambahkan pasukan ke Timur Tengah, WP: AS jadwalkan serangan darat di Iran
Pasukan Angkatan Darat Amerika telah tiba di Timur Tengah. Pentagon dilaporkan telah bersiap siaga untuk meluncurkan operasi darat selama beberapa minggu. Pakistan mengumumkan akan menyelenggarakan dialog antara Amerika dan Iran, namun kedua belah pihak belum memberikan tanggapan. Setelah kabar ini tersingkap, Tehran menjadi sasaran serangan udara tanggal 29 malam. Sebagai balasan, Iran menyatakan akan menargetkan kediaman para pejabat Amerika dan Israel.
Tehran dibombardir tentara Israel, sarana infrastruktur energi Iran rusak
Pada Minggu malam, sistem pertahanan udara Tehran diaktifkan. Saksi mata melaporkan ibu kota Iran dihantam habis-habisan lewat serangan udara. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan akan menargetkan kediaman pejabat Amerika dan Israel. Sementara Israel tengah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Tehran. Pemerintah Iran menyebutkan bahwa sarana infrastruktur energi mengalami kerusakan. Namun, media setempat melaporkan pasokan listrik di Tehran yang sempat terputus kini telah kembali normal.
Pasukan darat AS tiba di Timteng untuk melancarkan serangan, Iran: Sudah siap
Di saat yang sama, sekitar 2.500 pasukan darat AS telah tiba di Timur Tengah. Menanggapi kemungkinan serangan darat oleh AS, Iran menyatakan telah siap memberikan respons.
==Ebrahim Zolfaghari // Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran==
Komandan dan tentara Amerika Serikat
Akan menjadi santapan di Teluk Persia
Tak minta maaf, serangan AS+Israel di universitas di Iran akan mendapat balasan
Iran mengklaim bahwa serangan udara AS-Israel telah menghancurkan dua universitas setempat. Garda Revolusi Iran menuntut Amerika Serikat untuk menyampaikan penyataan maaf secara resmi sebelum tanggal 30 siang waktu Tehran. Jika tidak, Iran akan menyerang cabang kampus universitas Amerika di kawasan Timur Tengah.
Serangan udara AS-Israel selama sebulan tewaskan sekitar 1.500 warga sipil Iran
Operasi militer "Epic Fury" AS yang saat ini sudah genap satu bulan menargetkan sekitar 11.000 titik gempur di Iran dan menyebabkan hampir 1.500 warga sipil tewas. Pada tanggal 29, Pakistan mengundang menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye dan Mesir ke ibu kotanya untuk mengadakan pertemuan dua hari guna mengembangkan mekanisme deeskalasi regional dan menyisihkan ruang diplomasi bagi ketiga pihak yang bertikai.
