Distributor telekomunikasi tipu PMA untuk daftar kartu IF saat pemeriksaan medis
Biro Investigasi Kriminal berhasil memecahkan kasus penipuan telekomunikasi yang mengeksploitasi kendala bahasa di kalangan PMA selama pemeriksaan medis. Oknum meraup keuntungan dengan memancing PMA mendaftar nomor ponsel, lalu menjualnya kembali secara ilegal kepada sindikat penipu. Jumlah korban diperkirakan mencapai ratusan PMA.
Tertipu karena kendala bahasa, nomor ponsel PMA dijual ke sindikat penipuan
Biro Investigasi Kriminal membongkar kasus yang melibatkan pimpinan distributor telekomunikasi bermarga Jiang bersama 8 karyawannya. Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah buku tabungan bank serta 500 kartu prabayar yang belum diaktifkan. Para tersangka diduga memanfaatkan kendala bahasa yang dialami PMA saat menjalani pemeriksaan medis untuk menipu korban mendaftarkan kartu prabayar, yang kemudian dijual ke kolektor kartu dan sindikat penipuan.
==Chen Chao-ku // Kepala Tim 2, Divisi Keenam Biro Investigasi Kriminal==
(Oknum) memanfaatkan kendala bahasa di kalangan PMA
Yang menjalani pemeriksaan medis di RS
PMA diminta untuk mendaftar kartu prabayar dari dua perusahaan telekomunikasi
Namun kartu tidak diberikan ke PMA atau hanya diberikan salah satunya
Dengan cara ini mereka mendaftarkan banyak kartu atas nama PMA tersebut
Lalu menjualnya kembali kepada kolektor dan toko yang menjual kartu
Tipu PMA yang menjalani pemeriksaan medis merupakan bagian dari trik sindikat
Polisi menyebutkan tersangka utama mengoperasikan agen distributor telekomunikasi di Kaohsiung, Taoyuan dan Kota New Taipei. Mereka mengincar tiga rumah sakit dan mengelabui agen penyalur dan PMA bahwa pendaftaran kartu merupakan bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan. Setelah memotret ARC dan meminta tanda tangan, identitas korban kemudian disalahgunakan untuk mendaftar nomor ponsel. Modus ini terungkap setelah petugas menelusuri kasus penggerebekan pusat operasi penipuan DMT di Changhua tahun 2024. Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA) mengimbau pemerintah untuk menyederhanakan proses pemeriksaan kesehatan dan menyediakan layanan dwibahasa di lokasi untuk mencegah kasus serupa.
==Wu Jing-ru // Peneliti TIWA==
Jika dua hal ini bisa dilakukan
Perlindungan bagi tenaga kerja lintas negara seperti ini
Menurutku akan jauh lebih baik lagi
Ratusan PMA diperkirakan jadi korban, 18 tersangka dilimpahkan ke kejaksaan
Jumlah korban diperkirakan berkisar antara 100 hingga 200 PMA. Tersangka utama diduga meraup keuntungan sekitar NT$1.500 dari setiap kartu prabayar yang dijual. Nomor-nomor tersebut kemudian digunakan sindikat penipuan untuk menipu 19 warga, total kerugian melampaui NT$10 juta. Polisi kemudian menyerahkan ke-18 tersangka, termasuk pelaku bermarga Jiang, karyawannya dan kolektor kartu ke Kejaksaan Distrik Taichung atas dugaan penipuan.
