140 tentara AS terluka selama perang, AS luncurkan serangan udara terhadap Iran
Perang di Iran telah memasuki hari ke-12. Pentagon menyatakan sekitar 140 tentara Amerika mengalami luka-luka. Sementara itu, Sekretaris Pertahanan Amerika mengatakan bahwa hari ini akan menjadi serangan udara terbesar terhadap Iran. Di sisi lain, tanggal 10, Iran melancarkan serangan baru yang menargetkan Israel dan sejumlah negara di Teluk Persia.
AS kerahkan pesawat pengebom untuk menggempur Iran lewat udara
Amerika Serikat akan mengerahkan jet tempur dan pesawat pengebom dalam jumlah terbanyak terhadap Iran. Sekretaris Pertahanan AS, Peter Brian Hegseth menyatakan, Iran melakukan kesalahan besar dengan menargetkan negara tetangganya.
==Peter Brian Hegseth // Sekretaris Pertahanan AS==
Hari ini kami akan meluncurkan sekali lagi
Serangan udara terkuat terhadap kawasan Iran
Satu hal lagi, selama 24 jam terakhir
Jumlah rudal yang diluncurkan oleh Iran
Merupakan kapasitas terendah mereka hingga saat ini
Iran menyerang negara-negara di Teluk Persia, korban tewas, cedera diserbu drone
Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel dan negara-negara di Teluk Persia tanggal 10. Sirene serangan udara di Tel Aviv, Israel meraung di tengah ledakan rudal yang berhasil dicegat. Sejumlah korban Uni Emirates Arab tewas akibat serangan sembilan drone. Bahrain juga melaporkan korban jiwa. Arab Saudi mengklaim telah menembak jatuh dua drone di wilayah timurnya, sementara Kuwait menembak jatuh enam drone.
Iran: Aksi militer AS-Israel telah merenggut nyawa 1.300-an warga sipil
Sementara itu, kendaraan lapis baja Israel tengah bergerak menuju Lebanon selatan. Iran mengecam, hingga kini, aksi militer gabungan antara AS-Israel telah mengakibatkan 1.300-an warga sipil tewas dan puluhan ribu permukiman, fasilitas medis, sarana energi dan infrastruktur lainnya hancur.
==Amir Saeid Iravani // Duta Besar Iran di PBB==
Mereka sengaja dan secara spesifik menargetkan warga sipil
Dan sarana infrastruktur umum
Sama sekali tidak menghargai hukum internasional
Dan tidak menunjukkan niat untuk berhenti
Trump klaim perang akan segera berakhir, harga minyak global anjlok lebih dari 11%
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran mungkin akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Sementara itu, berita terkait penugasan tentara AS untuk mengawal tanker minyak menyebabkan harga minyak global sempat turun lebih dari 15% dan akhirnya ditutup pada kisaran 11%.
