Tentara AS tenggelamkan fregat Iran, Angkatan Laut Sri Lanka lakukan upaya SAR
Departemen Pertahanan AS menyatakan pada tanggal 4 bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah fregat Iran di lepas pantai Sri Lanka. Angkatan Laut Sri Lanka mengonfirmasi telah menemukan setidaknya 87 jenazah. Korps Garda Revolusi Iran segera merilis video peluncuran rudal dan drone, mengancam akan melakukan pembalasan. Pada saat yang sama, muncul juga laporan tentang kontak rahasia Iran dengan AS, yang dibantah oleh Iran, sementara AS belum mengkonfirmasinya.
180 orang dilaporkan di atas fregat Iran, petugas SAR temukan jenazah+penyintas
Cuplikan video yang dirilis Pentagon tanggal 4 memperlihatkan sebuah kapal selam AS menembak fregat Iran “IRIS Dena” dengan torpedo di Samudra Hindia. Fregat tersebut tenggelam di perairan selatan Sri Lanka. Dilaporkan ada 180 orang di atas fregat Iran. Angkatan Laut Sri Lanka meluncurkan operasi SAR (pencarian dan penyelamatan) dan menjaring sejumlah jenazah serta menyelamatkan puluhan orang. Namun, korban yang hilang masih banyak.
==Peter Brian Hegseth // Sekretaris Pertahanan AS==
Ini pertama kalinya sejak Perang Dunia II
AS menggunakan torpedo untuk menenggelamkan kapal musuh
Tamat sudah riwayat mereka
Mereka tahu, atau setidaknya akan segera tahu
Pejabat Washington: Serangan udara AS akan membidik target di pedalaman Iran
Insiden ini terjadi pada hari kelima serangan koalisi AS-Israel terhadap Iran. Pejabat Washington memperingatkan, AS meluncurkan serangan udara untuk membidik target yang berada di pedalaman Iran. Tentara Israel juga melancarkan serangan terhadap milisi pro-Iran di Irak dan merilis video pada hari itu juga yang memperlihatkan jet tempur menuju Iran untuk melakukan misi serangan.
==Effie Defrin // Juru biacara militer Israel==
Kami telah meluncurkan serangan terhadap lebih dari 220 target di Tehran
Iran ancam akan lanjutkan serangan di Timur Tengah untuk membalas AS+Israel
Korps Garda Revolusi Iran mengancam akan melakuan balasan lewat video peluncuran rudal dan drone. Mereka mengumumkan akan melanjutkan serangan terhadap target di seluruh Timur Tengah.
Trump: Iran nyatakan niat untuk bernegosiasi, tapi semua ini sudah terlambat
Lewat pernyataan yang dikutip dari sumber anonim, The New York Times melaporkan, Badan Intelijen Iran telah menghubungi Badan Intelijen Pusat (CIA) AS secara privat untuk menegosiasikan niat mengakhiri perang. Namun, Iran membantah dan menyebut hal ini sebagai "perang psikologis dalam ajang pertempuran." Tanggal 3, Trump sempat menyatakan bahwa Tehran hendak bernegosiasi, namun sudah terlambat.
Senat AS tolak mosi pembatasan wewenang presiden, aksi militer dapat dilanjutkan
Senat AS kemarin melakukan voting mosi untuk membatasi wewenang presiden untuk meluncurkan perang, namun akhirnya ditolak oleh suara yang didominasi Partai Republik. Ini berarti, Trump dapat terus mendalangi aksi militer terhadap Iran tanpa kekangan Kongres.
