Selang 5 hari kematian Khamenei, Iran angkat putranya sebagai pemimpin tertinggi
Konflik di Timur Tengah terus memanas. Hari ini Israel mengumumkan telah berhasil menghancurkan sebuah markas rahasia senjata nuklir dan gedung Majelis Pakar di Iran. Pada saat yang sama, sumber dari Iran menyebutkan, Majelis Pakar telah memilih putra kedua Khamenei sebagai calon penerus jabatan Pemimpin Tertinggi Iran.
Operasi militer "Epic Fury" AS mengakibatkan sedikitnya 787 warga Iran tewas
Serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel dalam beberapa hari ini telah mengakibatkan setidaknya 787 warga Iran tewas. Sementara, belasan orang di Israel juga tewas akibat serangan rudal.
Sistem pertahanan udara dan markas militer Iran hancur digempur tentara Israel
Lewat cuplikan yang dirilis tanggal 3, tentara Israel mengklaim telah menyerang sistem pertahanan udara Iran dan menyatakan telah menghancurkan sekitar 300 sarana peluncur rudal Iran sejak perang pecah.
==Effie Defrin // Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF)==
Beberapa jam yang lalu, Pasukan Pertahanan Israel berhasil menggempur
Dan menghancurkan markas senjata nuklir rahasia yang dinamakan Min Zadai
Dubes Israel di PBB klaim Israel telah menguasai zona udara Iran
Menurut laporan Duta Besar Israel pada PBB, Israel telah menguasai hampir seluruh zona udara Iran, memungkinkan Israel memantau semua aktivitas di wilayah darat Iran. Israel bertujuan untuk melemahkan tentara Iran dan melenyapkan senjata nuklir, rudal dan infrastruktur terorisnya.
Israel luncurkan serangan udara terhadap markas organisasi Islam di Lebanon
Lebanon juga terseret ke dalam perang Timur Tengah ini. Hizbullah, yang didukung Iran, meluncurkan rudal ke Israel. Sebagai respons, Israel tidak hanya membalas dengan mengirimkan pasukan ke Lebanon selatan, tapi juga melancarkan serangan udara terhadap markas besar organisasi Islam di wilayah selatan selaku sekutu Hamas dan Hizbullah. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga telah mengungsi dari rumah mereka, jalanan dipenuhi kendaraan.
Posisi pemimpin tertinggi Iran dijabat oleh putra kedua Khamenei
Iran mulai mencalonkan kandidat menyusul kematian pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan pejabat tinggi lainnya. Menurut Reuters, gedung "Majelis Pakar" di Tehran selatan telah hancur akibat serangan udara. Namun, stasiun televisi Iran mengonfirmasi, di bawah tekanan dari Korps Garda Revolusi Islam, Dewan Majelis Pakar dengan suara bulat memilih putra kedua Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Sikap konservatif yang dipegang Mojtaba dinilai Trump sebagai hal yang terburuk
Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun memiliki hubungan baik dengan Garda Revolusi Iran. Sikapnya yang teguh terhadap pendirian konservatif garis keras ayahnya membuatnya tersohor. Menurut laporan media televisi Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump menyatakan, jika pengganti di Iran adalah sosok yang tidak bersahabat dengan AS, ini akan menjadi hal terburuk.
