"Jam Hari Kiamat" dimajukan 4 detik, jarak waktu tengah malam hanya sisa 85 detik
Bumi dinilai berada di ambang pintu kiamat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lembaga swadaya masyarakat BAS memajukan "Jam Hari Kiamat" menjadi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sepanjang sejarah manusia menuju kepunahan. Ancaman utama berasal dari risiko perang nuklir, perubahan iklim, penyalahgunaan bioteknologi dan perkembangan AI yang minim pengawasan.
==Alexandra Bell // CEO dan Direktur Bulletin of the Atomic Scientists==
Dalam menanggulangi ancaman terkait masalah risiko eksistensial kita
Manusia masih belum mencapai tingkat kemajuan yang memadai
Oleh sebab itu, kami memajukan waktu (hari kiamat)
Jam Hari Kiamat hanya tinggal 85 detik, terdekat dengan waktu tengah malam
Ini adalah metafora simbolis dari Bulletin of the Atomic Scientists, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berkantor pusat di Chicago, AS. Jika jam menunjukkan pk. 12:00 tengah malam, ini berarti peradaban manusia telah sampai pada akhir zamannya. Dibandingkan 89 detik tahun lalu, sisa "85 detik" pada tahun 2026 ini akan menjadi momen di mana manusia berada di posisi terdekat dengan kepunahan.
==Daniel Holz // Ketua Komite Sains dan Keselamatan Bulletin of the Atomic Scientists==
Kerusakan terhadap lingkungan terus bertambah
Konsentrasi karbon dioksida pada lapisan atmosfer dan
Level permukaan laut di seluruh dunia telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah
Intensitas kemarau, kebakaran, banjir dan badai semakin parah
Dan semakin sulit diprediksi
Sarana AI juga turut memacu
Diseminasi berita hoax dan informasi palsu
Namun, kita malah tidak berupaya maksimal
Untuk mengembangkan standar keamanan global untuk produk AI
Sehingga terjerumus dalam perang kompetisi AI
Jam Hari Kiamat peringatkan manusia untuk memerhatikan risiko eksistensial
Bulletin of the Atomic Scientists menetapkan Jam Hari Kiamat tahun 1947 di tengah ketegangan situasi perang dingin pasca Perang Dunia II untuk memperingatkan dunia betapa dekatnya umat manusia dengan destruksi global. Setelah Perang Dingin berakhir, Jam Hari Kiamat sempat mencapai jarak terjauh 17 menit dari tengah malam. Mereka menyatakan, jika para pemimpin negara saling bekerja sama untuk mengatasi risiko eksistensial, Jam Hari Kiamat dapat digeser mundur.
