Tentara AS dikabarkan akan luncurkan invasi pada Iran paling cepat dalam 24 jam
Kondisi di Teluk Persia semakin menegangkan. Menyusul ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan dalam kerusuhan di Iran, dilaporkan bahwa militer AS mungkin akan melancarkan intervensi militer terhadap Iran paling cepat dalam 24 jam. Saat ini, wilayah udara Iran berada dalam keadaan semi-tertutup.
Pembantaian aksi protes di Iran mereda, Trump tetap pertimbangkan aksi militer
Situasi di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar menegang. Pejabat Qatar memverifikasi aksi evakuasi personil AS seiring meningkatnya ketegangan regional. Menurut laporan media asing yang mengutip pernyataan dari pejabat Eropa dan Amerika, intervensi militer AS di Iran akan diluncurkan paling cepat dalam 24 jam. Dalam sebuah wawancara Gedung Putih baru-baru ini, Trump menyatakan, walau telah menerima informasi bahwa aksi pembantaian pada protes anti-pemerintah di Iran mulai mereda, ia masih belum mengesampingkan perihal intervensi aksi militer.
==Donald Trump vs. reporter==
Namun mereka menyampaikan pada saya tidak akan mengeksekusi siapa pun
Saya harap hal ini benar
(Apakah ini berarti AS tidak akan meluncurkan aksi militer terhadap Iran?)
Kami akan terus memantau perkembangan situasi setempat
Klaim tak ada rencana eksekusi, menlu Iran nyatakan perlawanan terhadap teroris
Menanggapi ancaman AS, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, sama sekali tidak berencana mengeksekusi hukuman gantung dan menekankan bahwa mereka justru berperang melawan organisiasi terorisme ISIS. Namun, Iran tetap mengambil sikap keras. Saat menlakukan inspeksi di rutan Tehran, Ketua Mahkamah Agung Iran mendesak otoritas yudisial untuk menindak cepat para "perusuh" di jalanan.
==Ketua Mahkamah Agung Iran==
Kalau kami baru melakukannya setelah dua-tiga bulan kemudian
Efeknya tidak signifikan
Rumor perang beredar luas, angkasa Teluk Persia kosong melompong
Jumlah demonstran yang ditahan saat ini melampaui 16.000 orang. Seiring merebaknya kabar perang, zona udara di atas Teluk Persia nyaris kosong setelah pembatalan dan pengalihan sejumlah penerbangan internasional. Namun, pakar menilai, rezim teokratis Iran telah membangun jaringan pengawasan dan penindasan ketat selama 50 tahun terakhir, termasuk Garda Revolusi Iran sebanyak 150.000 orang dan organisasi beranggotakan ratusan ribu tentara sipil. Oleh sebab itu, peluang AS yang berambisi menghancurkan rezim pemerintahan Iran tampaknya tidak tinggi.
