Lampaui Jepang dan Korsel, jam kerja karyawan Taiwan capai 39,05 jam/minggu
Data Organisasi Buruh Internasional menunjukkan, rata-rata jam kerja mingguan karyawan Taiwan adalah 39,05 jam, menempati peringkat ke-54 dari 99 negara atau kawasan, lebih tinggi dari Jepang dan Korea Selatan. Di antaranya, industri dengan jam kerja mingguan di atas 60 jam meliputi industri keamanan, kebersihan, perhotelan, dan keperawatan.
Jam kerja pegawai Taiwan sering dikritik terlalu panjang. Menurut data Organisasi Buruh Internasional, rata-rata jam kerja karyawan Taiwan pada 2024 adalah 2.030 jam, rata-rata jam kerja mingguan adalah 39,05 jam, menempati peringkat ke-54 dari 99 negara atau kawasan, lebih tinggi dibandingkan Jepang dan Korea Selatan, terutama di Jepang yang tak sampai 32 jam dalam seminggu.
MOL: Proporsi karyawan tetap di Taiwan tinggi, maka jam kerja mingguan juga tinggi
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menyatakan, Taiwan memiliki proporsi karyawan tetap yang lebih tinggi daripada Jepang dan Korea Selatan. Misalnya, di Jepang, staf paruh waktu mencapai 30% dari total karyawan, sehingga mengakibatkan jam kerja mingguan staf Taiwan lebih tinggi. Namun, serikat buruh menilai, jumlah jam kerja staf Taiwan tetap lebih tinggi walau proporsi staf paruh waktunya telah dipangkas.
==Yang Shu-wei // Sekjen Organisasi Right Plus==
Walau setelah sebagian jam kerjanya dipangkas
Rata-rata jam kerja kita
Sebenarnya masih tetap mencapai 41 jam
Jadi secara keseluruhan
Masih tergolong cukup tinggi
Staf industri sekuriti, kebersihan, jam kerja per minggunya capai 60 jam
Menurut statistik, industri dengan jam kerja mingguan di atas 60 jam meliputi sektor jasa pendukung, seperti industri keamanan, kebersihan, grosir, ritel, perhotelan, jasa boga, medis dan keperawatan. Selain itu, industri AI yang berkembang pesat telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam jam lembur bagi staf industri komponen elektronik, yang dinilai secara tidak langsung meningkatkan rata-rata jam kerja pada sektor manufaktur.
Jam kerja di Taiwan relatif tinggi, MOL: Masih ada ruang perbaikan
Menanggapi kondisi jam kerja di Taiwan, MOL menyatakan adanya ruang untuk perbaikan. Misalnya, upah minimum telah dinaikkan selama hampir 10 tahun, UU juga telah diberlakukan untuk melindungi pekerja. Semua ini merupakan mekanisme perbaikan kondisi kerja di Taiwan.
