Penyakit Tularemia lokal pertama pada seorang pria di Tainan
Taiwan dilaporkan adanya penyakit Tularemia lokal pertama, pada seorang pria berusia 60-an tahun di Tainan, di mana dirinya juga memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Selama masa inkubasi, ia tidak memiliki riwayat perjalanan, tidak interaksi dengan hewan, tidak memiliki binatang peliharaan, namun ada semak belukar di luar rumah. Sumber penularan masih perlu dikonfirmasi. Saat demam dan dinyatakan positif, sempat alami gejala sepsis, namun ada perbaikan usai pengobatan.
CDC imbau pemelihara binatang tidak perlu khawatir
CDC menjelaskan jika penyakit Tularemia dikategorikan sebagai penyakit menular pada tahun 2007, dan hingga kini diketahui ada dua kasus lokal, di mana salah satunya diketahui pada tahun 2011 yang dibawa masuk dari Amerika. Sumber penularan mayoritas adalah binatang pengerat seperti kelinci, atau digigit oleh kutu binatang, atau makan makanan mentah yang telah terkontaminasi. Banyak kasus yang dapat diatasi dengan pengobatan antibiotik. Untuk menghindari terjadinya arus pembuangan binatang peliharaan, CDC mengimbau warga tidak perlu khawatirkan penularan dari binatang yang dipelihara.
Pengobatan Tularemia yang tidak baik, persentase kematian 30-60%
CDC menegaskan jika tidak tertangani dengan baik, persentase kematian akibat Tularemia mampu mencapai 30-60%. Namun pada umumnya dapat diatasi dengan antibiotik. Pemerintah Kota Tainan mengimbau warga dapat membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal, meningkatkan desinfeksi agar dapat mencegah merebaknya penyakit Tularemia.
