Rekrut PMA Vietnam sebagai kurir, mafia sindikat penipuan raup puluhan juta dolar
CIB gerebek sindikat penipuan yang menjual barang mewah di situs belanja daring
Tim satgas menerobos markas sindikat penipuan dan menangkap oknum yang terlibat. Biro Investigasi Kriminal (CIB) bersama dengan Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan dan Departemen Kepolisian Kota Taoyuan menggerebek sindikat penipuan belanja daring yang diorganisir oleh sebuah geng mafia. Tersangka utama bermarga He diduga terlibat kasus pencucian uang dengan menggunakan akun Instagram palsu untuk memasang iklan barang mewah guna menarik minat pembeli. Ia kemudian menginstruksikan 12 kurir asal Vietnam untuk membeli rekening kosong (akun nominee), menarik dana hasil kejahatan dari ATM yang selanjutnya ditukar menjadi mata uang kripto untuk proses pencucian uang. Polisi telah menangkap lima tersangka dan 12 kurir asal Vietnam selama dua tahun terakhir.
==Yang Guo-song // Peneliti Divisi Kepolisian Kriminal Internasional, CIB==
Warga asing yang terjun dalam aksi penipuan semacam ini
Biasanya tidak memahami pola operasional sindikat kriminal secara keseluruhan
Kami sering menyebut mereka “sumpit sekali pakai”, habis pakai langsung dibuang
Dijerumuskan rekan senegara, 12 kurir Vietnam dijatuhi hukuman penjara 3-8 tahun
Hasil investigasi menunjukkan, sebagian PMA dibujuk untuk menjual rekening bank oleh rekan senegaranya, ada juga yang memutuskan untuk menjadi kurir penipuan karena tak puas dengan upah mereka. Taiwan melakukan amandemen UU untuk memperberat sanksi bagi pihak yang mengeksploitasi warga asing dalam tindak pidana penipuan. Dari ke-17 oknum yang dijaring sebelumnya, 12 kurir Vietnam telah dijatuhi hukuman penjara tiga hingga delapan tahun.
==Wu Jing-ru // Peneliti Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA)==
Mereka (PMA) terjun demi secuil laba semacam ini
Karena upah para pekerja ini pada dasarnya tergolong rendah
Jadi (mereka) akan mencari akal untuk mendapatkan atau menghemat uang
Sehingga kerap timbul situasi demikian
Ormas imbau pemerintah galakkan sosialisasi anti penipuan bagi para PMA
Ormas menjelaskan, kasus PMA yang terlibat aksi penipuan karena belum membuka rekening namun malah meminjamkan akun mereka kepada orang lain sempat terjadi di masa lalu. Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) diimbau untuk menggalakkan sosialisasi bagi PMA agar mereka tidak melanggar hukum dan terjerumus menjadi korban penipuan.
