Iran serang kapal dagang; serangan balasan AS membuat situasi semakin tegang
Kondisi di Timur Tengah kembali menegang. Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Iran sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz tanggal 7 Juli kemarin. Iran mengutuk AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani bulan lalu, dan memperingatkan akan mengadakan serangan balik. Seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, harga minyak global pun kembali melonjak.
Kapal komersial yang melewati Selat Hormuz kembali diserang Iran. Komando Pusat AS menyatakan serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang di perairan internasional melanggar perjanjian gencatan senjata, dan AS membalas dengan serangkaian serangan udara. Negara asal kapal-kapal yang diserang termasuk Qatar dan Arab Saudi juga mengecam keras Iran. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh bahwa serangan berkelanjutan Israel terhadap Lebanon telah merusak kesepakatan, dan menyatakan bahwa Iran masih memiliki kendali substansial atas Selat Hormuz. Mereka memperingatkan, andaikata AS dan sekutunya gagal menunjukkan ketulusan dalam gencatan senjata dan mencabut sanksi ekonomi, hal itu akan merusak pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran internasional.
