Toko tak berpelayan sedang naik daun, robot racik dan suguhkan kopi ke pelanggan
Aplikasi teknologi kecerdasan buatan semakin menonjol di Korea Selatan. Hal ini diindikasikan dengan kian menjamurnya kedai kopi tanpa pelayan. Kopi yang diracik oleh robot dalam toko juga digemari pelanggan. Selain itu, teknologi AI juga dapat digunakan untuk merancang citra visual sosok insan yang telah tiada, menjadikannya alat pelipur lara bagi mereka yang ditinggalkan mendiang.
Saat memasuki jaringan kedai kopi tanpa pelayan di Seoul ini, pelanggan dapat mengambil roti sendiri, lalu memesan dan membayar kopi melalui mesin pemesanan otomatis. Setelah menerima instruksi, robot segera menyeduh minuman, dan dalam sekejap, secangkir es kopi pun siap disajikan.
==Kim Tae Hyun // Pelanggan==
Kualitas kopinya lebih bagus dari yang saya bayangkan
Dan pelayanannya juga tidak canggung sama sekali
Jadi saya rasa saya akan sering mengunjungi kedai tak berpelayan semacam ini
Beroperasi 24 jam penuh, toko tanpa pelayan tumbuh 4 kali lipat dalam 5 tahun
Menurut statistik, ada sekitar 9.000 toko tak berpelayan yang beroperasi 24 jam di Korea Selatan pada 2024. Data lain menunjukkan, jumlah toko tanpa staf meningkat empat kali lipat dari tahun 2020-2025. Pelaku usaha mengatakan, model bisnis toko tanpa pelayan ini diadopsi terutama untuk menghemat biaya SDM. Kini, setiap gerai hanya perlu mengutus karyawan selama satu jam pada pagi hari untuk mengisi biji kopi dan roti, serta melakukan pembersihan.
Obati kerinduan keluarga , AI tampilkan kembali kerabat yang sudah meninggal
Yang lebih canggih lagi, tehnologi kecerdasan buatan (AI) mampu menghadirkan kembali sosok orang yang telah meninggal. Sebagai kejutan untuk ayahnya, seorang warga memesan video mendiang kakeknya dari sebuah perusahaan teknologi. Materi yang ia sediakan sangat sederhana, hanya foto, rekaman suara dan teks pesan yang ingin disampaikan sang kakek.
==Lee Geon Hui // Warga Korea Selatan==
Awalnya ayah saya bilang dia tidak mau menonton video ini
Namun setelah menontonnya, ia pun berlinang air mata
Jadi saya rasa hal ini patut dilakukan
Industri pencitraan AI berkembang pesat, picu perdebatan etika dan hukum
Industri pencitraan AI seperti ini sedang berkembang pesat di Korea Selatan, namun juga memicu perdebatan etika dan hukum. Namun jika masalah ini teratasi, pelaku usaha yakin bahwa perusahaan mampu mengembangkan layanan interaktif lewat aplikasi AI di masa mendatang, dengan menciptakan robot humanoid yang mampu meniru penampilan dan gerak-gerik orang yang sudah meninggal.
