Produksi durian Malaysia membludak, ongkir tinggi, ekspor tak menguntungkan
Lonjakan kapasitas produksi dan ongkos pengiriman di luar nalar membuat pasar domestik Malaysia dibanjiri produk durian premium yang semula ditujukan untuk ekspor, menyebabkan harga jual anjlok. Varietas "Musang King" kini hanya dijual seharga NT$60 per kg. Warga setempat menyambut girang.
Aroma durian yang menyengat merebak di setiap sudut jalanan Malaysia. Kondisi cuaca yang mendukung membuat produksi durian di Negeri Jiran melonjak hingga mencapai skala tsunami. Para petani yang dikejar oleh batas waktu kesegaran buah terpaksa memanennya setiap hari dan membanting harga agar cepat laku. Durian jenis Musang King bahkan menyentuh harga satu digit Ringgit per kilogramnya, membuat para konsumen berpesta pora menikmati harga murah ini.
==Warga Malaysia==
Kemarin juga lihat berita kalau ongkos kirim naik tajam
Jadi banyak buah tidak bisa diekspor ke luar negeri dan tertahan di Malaysia
Jadi kita semua bisa makan durian dengan harga yang jauh lebih murah
Biaya ekspor meroket seiring lonjakan harga BBM, petani hanya bisa pasrah
Meski para konsumen senang, para petani justru merana. Lonjakan harga BBM tidak hanya membuat ongkos kirim melambung, tetapi juga memicu harga pupuk naik tajam.
==Pedagang durian==
Sekarang harga pupuk juga naik drastis
Dulu satu ton pupuk cuma seribuan Ringgit
Sekarang satu ton sudah tembus 6.000 Ringgit lebih
Jadinya biaya produksi jauh lebih tinggi lagi
Durian premium tertahan di Malaysia, warga Malaysia pesta durian
Melihat masyarakat Malaysia bisa menikmati durian sepuasnya, yang bahkan berharap harganya bisa lebih murah lagi, para pecinta durian di luar negeri hanya bisa gigit jari. Di sisi lain, para petani hanya bisa berharap pasar ekspor bisa segera pulih, jika tidak, mereka hanya bisa tersenyum getir dari hasil panen yang berlimpah ini.
