Gambar jalan 3D+lampu lalin "Amap" timbulkan kekhawatiran keamanan siber
Perangkat lunak navigasi "Amap" dari Tiongkok akhir-akhir ini cukup populer di Taiwan karena dapat menampilkan waktu lampu lalu lintas secara akurat dan gambar jalan dalam 3 dimensi. Namun, aplikasi ini dinilai berisiko menimbulkan masalah keamanan siber, sehingga dilarang digunakan oleh instansi pemerintah maupun ponsel pribadi tentara nasional.
==Asisten suara Amap==
Setelah belok kiri, masuk ke lajur paling kiri
Aplikasi navigasi Tiongkok "Amap" picu masalah keamanan siber di Taiwan
Asisten audio AI menginformasikan kondisi lalu lintas (lalin) lewat "Amap", aplikasi navigasi milik Grup Alibaba yang kini dapat diunduh dan digunakan di Taiwan. Dibandingkan dengan Google Maps, "Amap" yang hanya tersedia dalam versi Mandarin sederhana menampilkan jumlah lajur dan marka jalan, namun tidak menunjukkan jalanan macet.
==Asisten audio Amap==
Di depan ada sekolah, kurangi kecepatan
Perhatikan apakah ada anak-anak yang melambaikan tangan kepada Anda
Hitung mundur lampu lalin cukup akurat, "Amap" picu kekhawatiran keamanan siber
Saat fitur tampilan jalan 3 dimensi "Amap" diaktifkan, sejumlah markah tanah (landmark) seperti Taipei 101 dan Taipei Dome terlihat jelas. Namun, jika memasukkan “Kantor Kepresidenan”, aplikasi akan mengarahkannya ke Nanjing, Tiongkok. Baru-baru ini "Amap" juga merilis fitur baru "hitung mundur lampu lalu lintas" yang muncul di beberapa jalan di Taiwan, dengan selisih waktu hanya dua hingga tiga detik, sehingga memicu kekhawatiran terkait isu keamanan siber .
==Liu Shyh-fang // Menteri Dalam Negeri==
Mengenai Amap atau aplikasi terkait lain
Yang menimbulkan kekhawatiran keamanan siber
Kami akan melakukan penilaian risiko
Jika dinilai menimbulkan dampak
Terhadap keamanan nasional Taiwan
Tentu saja kami akan melarangnya
MODA: "Amap" ancam keamanan siber nasional, instansi pemerintah dilarang pakai
Kementerian Urusan Digital (MODA) menyatakan, menurut UU Manajemen Keamanan Siber, "Amap" tergolong produk yang membahayakan keamanan siber nasional sehingga semua instansi pemerintah dilarang menggunakannya. Data peta yang digunakan "Amap" dibeli dari perusahaan Belanda, sedangkan fitur hitung mundur lampu lalinnya dihitung menggunakan big data dari pengguna dan tidak terhubung dengan sistem sinyal lalu lintas Taiwan. Namun sebagai langkah pencegahan, Badan Keamanan Siber (ACS) telah melakukan pengujian terhadap "Amap".
Data dapat disalahgunakan oleh Tiongkok, tentara dilarang pakai, termasuk ponsel
Menteri Pertahanan Nasional, Wellington Koo melarang tentara nasional untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut, termasuk ponsel pribadi. Kementerian Urusan Digital (MODA) juga mengingatkan, menurut hukum Tiongkok, pemerintah Tiongkok berhak mengakses data perusahaan. Jika dikirim kembali ke server Tiongkok, data pelacakan lokasi dan pergerakan yang dihimpun aplikasi "Amap" dapat digunakan oleh pihak berwenang setempat. Warga diingatkan untuk tidak menggunakan aplikasi ini.
