Penembakan di Univ. Florida tewaskan 2 korban, oknum berkomunikasi dengan AI
Kasus penembakan di Universitas Florida tahun lalu menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya. Pelaku didakwa dan dijatuhi hukuman mati. Namun, setelah menyelidiki percakapan oknum dengan perangkat kecerdasan buatan, jaksa penuntut meluncurkan penyelidikan terhadap ChatGPT dan OpenAI selaku perusahaan induknya untuk menentukan keterlibatan mereka dalam membantu aksi kejahatan tersebut.
Kejaksaan periksa keterlibatan perusahaan ChatGPT dalam tragedi pembunuhan
Pada April tahun lalu, seorang pria bersenjata menembakkan peluru di Universitas Florida, menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya. Pelaku kemudian ditembak polisi dan dirawat di rumah sakit. Oknum didakwa atas tuduhan pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati. Setelah menyelidiki percakapannya dengan ChatGPT, polisi memanggil perusahaan ChatGPT dan OpenAI selaku perusahaan induknya untuk menyelidiki keterlibatan mereka dalam membantu dan bersekongkol dalam aksi kejahatan. OpenAI menanggapi bahwa insiden itu adalah sebuah tragedi, namun perusahaan tidak bertanggung jawab atas kasus tersebut.
