Iran dirikan gerbang tol di Selat Hormuz untuk memungut biaya akses berlayar
Seiring eskalasi konflik di Timur Tengah, Iran dilaporkan sedang membangun jalur pelayaran dan gerbang tol di sekitar Selat Hormuz secara diam-diam, yang dapat menghasilkan US$120 miliar per tahun. Inggris mengadakan forum pertemuan dengan 40 negara, menuntut pembukaan selat tanpa syarat, sementara negara-negara Teluk Persia berencana membangun pipa minyak baru guna mengatasi masalah.
Iran rencana pungut biaya tol navigasi, potensi pendapatan/tahun US$120 miliar
Menurut laporan Bloomberg, Iran berencana memungut biaya tol terhadap kapal negara sekutu di Selat Hormuz. Tingkat persahabatan dibagi menjadi lima kategori, dengan akses pelayaran yang lebih menguntungkan bagi negara yang paling bersahabat. Pembayaran dilakukan dengan RMB atau mata uang kripto, sebelum melintas kapal harus diperiksa terlebih dahulu. Setiap barel minyak dipungut biaya US$1, sehingga biaya lintas satu kapal tanker besar mencapai US$2 juta. Berdasarkan jumlah tanker sebelum konflik, Iran diperkirakan dapat meraup pendapatan US$120 miliar per tahun.
Inggris gelar pertemuan 40 negara, desak Selat Hormuz dibuka tanpa syarat
Di bawah pimpinan Inggris, sekitar 40 negara menggelar pertemuan darurat terkait Selat Hormuz tanggal 2. Guna mencegah Iran mengancam perekonomian global lewat blokade selat, setiap negara sepakat menuntut pembukaan kembali jalur pelayaran secepatnya tanpa syarat, namun, belum mencapai terobosan konkret.
==Yvette Cooper // Menteri Luar Negeri Inggris==
Semua negara di seluruh dunia terimbas
Itulah sebabnya mengapa kami bersikap begitu tegas
Dalam mengambil semua langkah diplomatik
Perekonomian dan koordinasi
Guna memastikan pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka
Bahrain "gunakan segala upaya" untuk pastikan akses navigasi di Selat Hormuz
Bahrain mengajukan mosi kepada Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan setiap negara menggunakan "segala upaya yang diperlukan" guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Voting dijadwalkan tanggal 3. Namun, 15 negara anggota mencakup Rusia, Tiongkok dan Prancis yang memiliki hak veto menentang proposal tersebut.
Negara Teluk Persia akan bangun pipa alternatif yang memutari Selat Hormuz
Sementara itu, menyusul pernyataan Trump terkait strategi konflik pada tanggal 1, harga minyak global kembali mencatat rekor tertinggi. Financial Times London menyebutkan, negara-negara Teluk Persia tengah mempertimbangkan pembangunan pipa alternatif untuk memutari Selat Hormuz, sebagai solusi terhadap risiko hambatan ekspor minyak dan gas. Namun, proyek ini memiliki tingkat kompleksitas politik yang sangat tinggi, biayanya besar dan butuh waktu bertahun-tahun.
