Dampak La Niña: curah hujan rendah, pasokan air musim semi tetap kritis
Tahun ini, dampak La Niña membuat musim semi lebih hangat dengan curah hujan yang minim, sehingga ketersediaan air masih terbatas dan memerlukan pengaturan yang fleksibel. Di Meiling, Tainan, kunang-kunang yang sempat melimpah tahun lalu kini menghilang, sementara panen buah plum juga menurun akibat kekeringan.
Minimnya curah hujan kurangi panen plum, kunang-kunang Meiling tak muncul
Meski pohon plum tampak berbuah lebat, ukuran buah jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kekeringan di kawasan Meiling, Distrik Nanxi, Kota Tainan, akibat kurangnya hujan sejak awal tahun membuat ukuran dan hasil panen plum menurun. Bahkan, kunang-kunang yang seharusnya mulai bermunculan pun masih absen saat ini.
Dua gelombang fron selama libur Qingming, krisis air bisa sedikit membaik
Hujan musim semi tahun ini sangat minim, beberapa stasiun pemantau di wilayah selatan mencatat curah hujan terendah dalam 75 tahun terakhir. Administrasi Cuaca Pusat (CWA) memperkirakan akan ada dua gelombang fron yang melintas selama libur panjang Qingming, yang diharapkan sedikit meredakan krisis air. Namun, berakhirnya musim paceklik masih bergantung pada apakah musim hujan plum akan membawa curah hujan yang normal pada pertengahan bulan Mei nanti.
