Konflik Timur Tengah picu kenaikan harga dan krisis produk obat-obatan
Konflik di Timur Tengah telah meningkatkan tekanan inflasi dan kini dampaknya mulai merembet ke sektor peralatan medis dan obat-obatan. Ada perusahaan farmasi di Taiwan telah mengeluarkan pemberitahuan darurat, menyatakan bahwa akibat keadaan kahar karena perang, harga produk di masa mendatang akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan biaya bahan baku.
Adopsi "harga musiman", perusahaan farmasi umumkan penyesuaian harga produk
Sejumlah peralatan medis, mulai dari kain kasa, kapas hingga larutan garam dikemas dalam plastik dan tertata di atas rak apotek. Kenaikan harga bahan baku plastik seiring konflik di kawasan Timur Tengah telah berimbas pada industri farmasi. Beberapa perusahaan farmasi mengumumkan, akibat kenaikan harga bahan plastik, mencakup botol, wadah, dan jeriken alkohol, fluktuasi harga produk di masa depan akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kenaikan biaya bahan baku. Apoteker menunjukkan, produk farmasi dan peralatan medis saat ini menghadapi dua tekanan utama, yakni kenaikan biaya pengemasan dan distorsi pada rantai pasokan seandainya suplai plastik terputus, sehingga produk tidak dapat dikemas dan dikirim.
==Yu Chong-jen // Dirut Rumah Sakit NTUH==
Saat ini sebenarnya bahan baku medis
Masih terus mengalami gejolak
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak RS sendiri telah
Merancang beberapa mekanisme
Cepat tanggap secara bertahap
Ongkos pengiriman bubur kertas global melambung, Jepang berebut produk tisu
Kepanikan akibat krisis dan kenaikan harga produk mulai menyebar dan memicu fenomena "penimbunan tisu" di Jepang. Pakar menganalisis, biaya energi untuk memproduksi tisu di Taiwan yang semula hanya 15% kini telah melonjak menjadi 30% sejak perang dimulai. Saat ini, tarif pengiriman global komoditas bubur kertas juga meningkat, sehingga pasokan bahan baku di masa depan perlu dipantau secara cermat.
==Peng Yuan-hsing // Profesor Departemen Kehutanan NCHU==
Yang pertama, biaya (produksinya) bertambah
Selain itu, mungkin saja
Cadangan bahan bakunya tidak sempat dipasok tepat pada waktunya
Krisis energi di Taiwan? Administrasi Energi: Produk tersedia hingga akhir Mei
Media The Financial Times London menunjukkan, pasokan gas alam cair (LNG) Teluk Persia akan terputus dalam 10 hari ke depan, mengakibatkan krisis energi parah, terutama di negara-negara Asia, termasuk Taiwan. Namun, Administrasi Energi menekankan, pasokan produk sudah dialokasikan hingga akhir Mei, dan akan memprioritaskan pasokan LNG dari AS dan Australia mulai Juni, untuk menambal kekurangan pasokan LNG yang dikirim lewat kapal.
