Nama negara dilabel "China (Taiwan)" pada kartu kedatangan, MOFA luncurkan balasan
Isu pelabelan nama negara "China (Taiwan)" dalam kartu kedatangan elektronik Korea Selatan belakangan menjadi sorotan di tengah pertukaran ekonomi dan pariwisata yang semakin erat antara Taiwan dan Korea Selatan. Pihak Taiwan telah mengajukan protes berulang tanpa respons positif. Kementerian Luar Negeri (MOFA) kini memutuskan mengubah nama negara “Republik Korea” pada Kartu Residen Orang Asing (ARC) menjadi "Korea Selatan". Jika pihak Korea tidak menanggapi, penyesuaian akan diperluas ke label visa elektronik untuk masuk ke Taiwan.
Dilabel sebagai "China", MOFA ubah nama negara "Korea Selatan" pada ARC
Kartu kedatangan elektronik Korea Selatan melabel Taiwan sebagai "China (Taiwan)" sejak diluncurkan Februari tahun lalu meski ada protes berulang dari Kantor Perwakilan Taiwan. Menanggapi hal ini, MOFA mengumumkan, berdasarkan prinsip timbal balik, kata "Republik Korea" pada versi baru ARC akan diubah menjadi "Korea Selatan" mulai 1 Maret. Jika tidak ada tanggapan hingga akhir Maret, label visa elektronik untuk masuk ke Taiwan juga akan disesuaikan. Faktanya, pertukaran antar masyarakat Taiwan dan Korea Selatan sangat erat, dengan sekitar 6.900 ekspatriat Korea dan hampir 2.000 residen tetap di Taiwan, dan kunjungan wisatawan melampaui satu juta orang pada tahun 2025. Namun, para pakar percaya bahwa langkah-langkah penanggulangan tersebut akan memiliki efek terbatas dan menyarankan komunikasi dan negosiasi berkelanjutan untuk menjaga hubungan.
