Kedubes AS di Baghdad, Irak jadi sararan serangan drone dan roket Iran
Kemarin, Iran menyerang Kedutaan Besar Amerika di Irak dengan drone dan roket. Sebuah tangki minyak di sekitar Bandara Internasional Dubai juga menjadi sasaran drone, menyebabkan lalu lintas udara setempat kembali terputus. Irak menyatakan ini merupakan rangkaian serangan terdahsyat sejak konflik dimulai.
Tangki minyak di Dubai terserang drone, lalu lintas udara Bandara Dubai lumpuh
Api menyembur dari tangki minyak di dekat Bandara Internasional Dubai. Setelah fajar beberapa jam kemudian, asap tebal masih terus mengepul, mengakibatkan lumpuhnya kembali pusat lalu lintas udara tersibuk di kawasan Timur Tengah. Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) dan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengonfirmasi mereka kembali menjadi sasaran serangan drone Iran.
Kedubes AS di Baghdad, Irak jadi sararan serangan drone dan roket Iran
Tanggal 17 dini hari, Kedutaan Besar AS di Baghdad, ibu kota Irak, kembali diserang oleh setidaknya lima unit drone dan roket. Pejabat keamanan Irak mengklaim bahwa ini merupakan serangan paling intens sejak dimulainya perang AS-Iran.
Sistem pertahanan udara lumpuhkan drone, kedubes AS di Irak terserang drone
Rekaman kamera warga menunjukkan, sistem pertahanan udara setempat mencegat dan menembak jatuh sebuah drone. Namun, sebuah drone lainnya menghantam kedutaan besar AS, memicu api dan kepulan asap tebal. Menghadapi serangan yang semakin sengit dari Iran, warga setempat sangat khawatir.
==Pemilik toko di Baghdad==
Saya khawatir bahwa ini akan menjadi pertempuran jangka panjang
Semakin lama perang berlangsung
Dampaknya terhadap negara dan seluruh area (Timur Tengah) akan semakin besar
==Saeed Khatibzadeh // Wakil Menteri Luar Negeri Iran==
Mengusulkan agar negara asing mengerahkan pasukan darat ke negara lain
Menyerang negara tersebut
Dan menduduki wilayahnya
Merupakan tindakan yang tidak benar, gegabah, ilegal
Dan melanggar semua hukum internasional
Wakil Menlu Iran peringatkan AS untuk tidak mengerahkan pasukan darat
Dalam sebuah wawancara dengan media Inggris tanggal 16, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh secara khusus memperingatkan AS untuk berpikir dua kali sebelum mengerahkan pasukan darat, jika tidak, mereka akan mendapatkan balasan telak.
