Putra Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru
Perang di Iran telah berkobar 10 hari, namun hingga kini belum ada tanda-tanda gencatan senjata. Tanggal 8, Majelis Pakar Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei selaku putra kedua Ayatollah Ali Khamenei yang tewas di tangan pasukan Amerika, sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Majelis Pakar yang bertugas memilih pemimpin tertinggi negara Iran terdiri dari 88 ulama senior. Pada tengah malam tanggal 9, melalui media resmi, mereka mengumumkan penunjukkan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin ketiga Republik Islam, serta menyerukan agar rakyat mendukung pemimpin yang baru ini.
==Penyiar Televisi Nasional Iran==
Dalam pertemuan yang luar biasa hari ini
Berdasarkan pemungutan suara para anggota Majelis Pakar yang terhormat
Menunjukkan Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
Semoga Allah memberkati beliau
Sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam
Pasca penunjukkan Mojtaba, Iran segera luncurkan rudal ke Israel
Setelah Mojtaba terpilih, Iran segera luncurkan rudal ke Israel, namun berhasil dicegat. Mojtaba yang kini berusia 56 tahun merupakan ulama tingkat menengah. Ia pernah ikut serta dalam perang Iran-Irak bersama Garda Revolusi Iran. Di bawah kepemimpinan mendiang ayahnya yang tewas terbunuh 10 hari lalu, Mojtaba telah membangun pengaruh besar di dalam pasukan keamanan Iran, dan memiliki hubungan erat dengan Garda Revolusi, serta menguasai jaringan bisnis yang luas.
==Warga Iran==
Kami sangat senang dengan terpilihnya pemimpin baru
Sekarang kami yakin di bawah kepemimpinannya (Mojtaba)
Misi perlawanan akan terus berlanjut
Trump: Jika pengganti tidak disetujui AS, masa jabatannya tak akan lama
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan Amerika Serikat memiliki hak suara dalam menentukan kepemimpinan Iran. Ia menegaskan bahwa jika pemimpin baru tidak mendapat persetujuan dari pihak AS, masa jabatannya tidak akan bertahan lama. Militer Israel juga memperingatkan bahwa siapa pun yang menjadi penerus Khamenei akan menjadi target serangan.
