Perang berimbas pada harga minyak mentah internasional, tembus US$80/barel
Seiring memanasnya konflik di Timur Tengah, harga minyak mentah internasional kembali menembus US$80 per barel. Indeks bursa saham turun hampir 800 poin pada hari Kamis. Selain itu, sejak kebijakan tarif resiprokalnya dinyatakan tidak sah oleh pengadilan, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 15% terhadap komoditas global, yang diperkirakan akan mulai berlaku minggu ini.
Eskalasi konflik antara AS-Iran turut memicu kenaikan harga minyak, ditambah dengan inflasi global, harga minyak mentah internasional kembali menembus U$$80 per barel. Saham AS pada sesi penutupan tanggal 5 mencerminkan kekhawatiran pasar, dengan indeks bursa Dow Jones Industrial Average (DJI) anjlok 784,67 poin dan saham industri teknologi ditutup dengan nilai rendah.
Trump berlakukan tarif global 15%, Sekretaris Keuangan AS: Berlaku minggu ini
Bulan lalu, setelah pengadilan AS menyatakan kebijakan tarif resiprokalnya tidak sah, Trump malah memberlakukan tarif global sebesar 15%. Tanggal 4 waktu Amerika Bagian Timur, Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent memprediksi, kebijakan tarif tersebut akan diterapkan minggu ini. Selain itu, seorang hakim Komisi Perdagangan Federal New York tanggal 4 memutuskan, pemerintah AS harus mengembalikan sebagian pajak yang sebelumnya dibayar oleh pihak korporasi, yang diprediksi oleh pakar perdagangan akan mencapai U$$175 miliar.
