Respons dunia terhadap invasi militer AS-Israel pada Iran terbagi jadi 2 kubu
Serangan Amerika Serikat ke Iran memicu polarisasi tajam di kalangan internasional. Aksi anti-Amerika pecah di sejumlah kota di Pakistan dan sedikitnya 23 orang dilaporkan tewas dalam penertiban aparat. Di sisi lain, massa di berbagai negara turun ke jalan merayakan jatuhnya Khamenei dan berharap Iran dapat bergerak menuju arah kebebasan demokratis pasca transisi kekuasaan.
Demonstrasi anti-AS pecah di Karachi, bentrokan setempat renggut 23 korban jiwa
Tembakan meletus di gerbang konsulat AS di Karachi, para demonstran berhamburan, ada yang terluka, setidaknya sepuluh orang tewas. Menyusul berita invasi gabungan AS-Israel terhadap Iran dan kematian pemimpin tertinggi setempat, Ayatollah Ali Khamenei, aksi unjuk rasa anti-AS meletus di beberapa kota di Pakistan. Para demonstran membakar kendaraan dan menerobos tembok luar konsulat AS di Karachi, memicu staf keamanan melepaskan tembakan ke arah demonstran, mengakibatkan sejumlah korban jiwa.
Turun ke jalan, warga sebagian negara nyatakan dukungan terhadap Iran
Demosntran di negara lain dengan populasi Muslim, seperti Irak, Lebanon, dan Nigeria, juga turun ke jalan untuk mendukung Iran.
43% warga AS tentang aksi militer pada Iran, demonstrasi pecah di sejumlah kota
Sementara itu, survei terbaru di AS menunjukkan, responden yang mendukung keputusan Trump untuk menyerang Iran hanya 27%, 43% lainnya menentang. Warga di New York dan Los Angeles juga turun ke jalan untuk memprotes aksi militer tersebut.
==Demonstran di Kota New York==
Saya merasa malu untuk menyatakan bahwa saya berasal dari Amerika Serikat
Kematian Khamenei ditanggapi dengan kegembiraan warga eksil Iran
Namun sebaliknya, banyak warga eksil Iran merasa gembira dan turun ke jalan untuk merayakan kematian Khamenei.
==Warga eksil Iran==
Kematian Khamenei merupakan suatu bentuk kelegaan
Kami sangat senang
Warga eksil berharap transisi kekuasaan melahirkan kebebasan demokratis
Respons global terhadap kematian Khamenei terpolarisasi, sementara harapan terbesar warga eksil Iran adalah bahwa Iran benar-benar dapat bergerak menuju arah kebebasan demokratis pasca transisi kekuasaan.
