Bandara Dubai diserang dan ditutup, penerbangan Timur Tengah lumpuh
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat sekitar 3.000 warga dan diaspora Taiwan di kawasan tersebut. Kementerian Luar Negeri kembali memperbarui peringatan perjalanan dengan menaikkan status Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan tiga negara lainnya ke level siaga oranye, serta mengimbau masyarakat menunda perjalanan ke sana.
Dua bandara utama terhenti, pemerintah UAE tanggung biaya akomodasi dan tiket
Sejak pecahnya perang di Timur Tengah, Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia, sempat diserang dan ditutup, menyebabkan sejumlah besar penumpang terlantar, dan Bandara Abu Dhabi juga mengalami kelumpuhan total. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) menyatakan bahwa seluruh ongkos akomodasi, konsumsi dan biaya perubahan tiket bagi penumpang terdampak akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Diperkirakan lebih dari 20.000 orang menerima perlakuan ini, termasuk warga Taiwan.
Lebih dari 3.000 warga Taiwan berada di Timur Tengah, 262 orang di Israel
Menghadapi situasi yang kian genting, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke Timur Tengah dalam jangka pendek. Berdasarkan data terbaru dari Administrasi Pariwisata, saat ini terdapat lebih dari 3.000 warga Taiwan di kawasan Timur Tengah, termasuk 262 orang di Israel.
