Taipei usulkan reduksi jam kerja, serikat buruh imbau perjelas regulasi pelaksanaan
Taipei meluncurkan Program Reduksi Jam Kerja yang memungkinkan orang tua masuk kantor lebih lambat atau pulang lebih awal untuk menjemput anak mereka. Hal ini telah menarik perhatian luas. Namun, ormas memperingatkan, jika tidak didukung oleh langkah kondusif, hal ini dapat menimbulkan konflik antara karyawan lajang dan pegawai yang memiliki anak.
Program reduksi jam kerja diluncurkan pada Maret, pemkot diburu pertanyaan warga
Telepon berdering tanpa henti. Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja kondusif untuk pengasuhan anak, Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, untuk pertama kalinya meluncurkan program reduksi jam kerja, yang akan diuji coba pada 1 Maret. Warga segera menghubungi pemkot Taipei untuk menanyakan rincian kebijakan.
Taipei luncurkan program reduksi jam kerja, berlaku untuk anak di bawah 12 tahun
Program reduksi jam kerja untuk pengasuhan anak ini berlaku bagi orang tua yang punya anak di bawah 12 tahun dan berdomisili di Taipei. Perusahaan juga harus terdaftar di Taipei. Selama tidak memotong gaji, mengizinkan karyawan masuk satu jam lebih lambat atau pulang satu jam lebih awal, perusahaan dapat mengajukan permohonan subsidi maksimal NT$100.000 kepada Biro Ketenagakerjaan.
==Chou Yi-Tzu // Anggota komite spesialis Biro Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Taipei==
Asalkan perusahaan terdaftar di Kota Taipei
Tanpa batasan sektor industri, dapat mengajukan permohonan
(Kami berharap) program ini dapat memberikan fleksibilitas
Dalam hal pengasuhan anak bagi orang tua yang bekerja
Dana hanya NT$5,5 juta, tidak cukup, MOL: Cadangan sekunder akan diaktifkan
Dana pemkot Taipei hanya NT$5,5 juta, sementara ada sebanyak 180.000 perusahaan di Taipei, berarti dana hanya cukup mensubsidi 55 perusahaan. Menanggapi hal ini, Biro Ketenagakerjaan menyatakan dana cadangan akan diaktifkan untuk menutupi kekurangan ini.
==Hsu Ya-ren // CEO Yayasan Jing Chuan==
Kebijakan ini masih memiliki banyak kekurangan yang perlu dievaluasi
Jika tiba-tiba terjadi pengurangan seorang tenaga pengasuh
Hal ini pasti akan berdampak pada keseluruhan operasional
Perawatan di lokasi
Cegah diskriminasi terhadap pekerja lajang, serikat buruh imbau regulasi pendukung
Federasi Serikat Industri Taipei (CTTU) menyatakan, tanpa langkah pendukung, pekerja lajang akan dirugikan karena terpaksa menanggung beban kerja tambahan, menimbulkan konflik di kantor, dan orang tua cemas akan memengaruhi penilaian kinerja dan peluang promosi. Alhasil, kebijakan ini hanya bisa dilihat, namun sulit dinikmati.
