Kesenjangan upah gender di Taiwan melebar menjadi 16,1% pada tahun lalu
Statistik menunjukkan, tingkat kesenjangan upah gender di Taiwan tahun lalu mencapai 16,1%. Hal ini berarti, guna mencapai kesetaraan upah, wanita harus bekerja 59 hari lebih banyak dibandingkan laki-laki. Kesenjangan upah gender pada sektor industri teknologi bahkan lebih tinggi, hingga mencapai 42,7%.
Untuk menyamai rata-rata gaji pria, wanita di Taiwan harus bekerja ekstra 59 hari
Meskipun dedikasi kerja sama, namun gaji pria dan wanita berbeda. Agar mencapai kesetaraan upah, wanita harus bekerja 59 hari lebih banyak daripada pria, dengan kesenjangan upah rata-rata per jam mencapai 16,1%.
==Mahasiswa bermarga Zheng==
Ini bukan masalah gender
Melainkan masalah struktural di berbagai industri
Misalnya industri teknologi yang lebih profesional
Penghasilan cenderung lebih tinggi
Statistik tunjukkan kesenjangan upah gender di sektor teknologi capai 42,7%
Kesenjangan upah gender terutama dipicu oleh asumsi bahwa sebagian wanita cenderung tidak mengejar posisi yang lebih tinggi dan bekerja di sektor industri berbeda. Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menunjukkan, kesenjangan upah gender sektor manufaktur komponen elektronik mencapai 42,7%. Jika angka ini tidak dihitung, kesenjangan secara keseluruhan akan mengecil hampir 5%.
MOL: Kesenjangan upah gender di Taiwan 2023 lebih baik dari Jepang dan Korsel
Kesenjangan upah gender di Taiwan pada 2023 berada di posisi menengah di antara 30 negara, mengungguli Jepang dan Korea Selatan, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) akan meminta perusahaan meninjau kembali sistem penilaian gaji dan mendorong penggunaan Daftar Evaluasi Kesetaraan Upah. Namun ormas wanita yakin upaya tersebut masih belum memadai.
==Qin Yu-rong // Peneliti Senior Yayasan Penyadaran==
Jika kebijakan nasional secara keseluruhan saat ini
Tetap berfokus pada pengembangan industri teknologi
Maka pemerintah juga membutuhkan kebijakan yang lebih komprehensif
Untuk menangani masalah kesenjangan upah gender
Ormas wanita: Perlu kebijakan komprehensif guna atasi kesenjangan upah gender
Asosiasi wanita menilai bahwa langkah pertama harus dimulai dari pendidikan, mendorong pemilihan bidang profesi tanpa hambatan gender. Serta mempromosikan transparansi upah dan membangun pusat data untuk mengidentifikasi adanya masalah struktural berbasis gender, agar kesetaraan kerja dapat terwujud.
