Kasus penipuan belanja online melonjak, kerugian pada Januari lampaui NT$7 miliar
Berbelanja adalah kebiasaan warga menjelang Tahun Baru Imlek, namun ini juga waktu memuncaknya penipuan. Menurut statistik, pada bulan Januari saja, tercatat ada lebih dari 4.500 kasus penipuan belanja online. Selain itu, ada oknum yang menyalahgunakan kebaikan manusia, secara acak mendekati orang untuk meminjam uang, lima orang tertipu total NT$6.400. Oknum akhirnya didakwa atas lima tuduhan penipuan.
==Polisi vs. Pria bermarga Ji (Juli 2024)==
Apakah kamu kemarin meminjam uang dari orang lain?
Berdalih tak punya uang untuk pulang, pria incar korban di TMS untuk pinjam uang
Dua tahun silam, pria bermarga Ji yang sempat dicegat polisi dan digiring untuk menjalani pemeriksaan berkeliaran di sekitar Stasiun Taipei (TMS) dan mengincar penumpang untuk meminjam uang.
==Wanita yang tertipu (Juli 2024)==
Dompetnya hilang, ia tak punya uang transportasi untuk pulang ke Kaohsiung
Tipu 5 korban dan raup NT$6.400 selama 4 bulan, oknum dijerat pihak kejaksaan
Tersangka selalu menggunakan siasat bokek dan tak punya uang transportasi untuk kembali ke wilayah selatan. Setiap kali, ia meminta uang di atas NT$1.000 dari warga, namun selalu meninggalkan nomor telepon palsu. Ia lalu menghilang begitu saja tanpa mengembalikan uang. Tahun lalu, ia kembali menggunakan siasat serupa dan meraup NT$6.400 dari lima korban selama empat bulan berturut-turut. Kini, ia pun kena getahnya dan dijerat lima pidana kriminalitas penipuan aset finansial oleh Kejaksaan Distrik Taipei tanggal 4 setelah para korban melapor polisi.
==Ibu Yan // Warga Kota Taipei==
Saya tidak ada uang untuk dipinjamkan kepada kamu, cegat saja dia
Kasus penipuan belanja online melonjak, kerugian pada Januari lampaui NT$7 miliar
Modus penipuan sangat beragam. Statistik Dashboard Anti-Penipuan 165 menunjukkan, kerugian finansial yang diderita korban pada Januari tahun ini menembus NT$7 miliar, lebih tinggi dibandingkan angka bulanan selama empat bulan sebelumnya. Terbanyak di antaranya adalah kasus penipuan belanja online, melampaui 4.500 kasus.
==Chiu Ya-tian // Aparat Kepolisian Divisi Pencegahan, Biro Investigasi Kriminal==
Berhubung kebutuhan belanja warga menjelang Imlek mengalami peningkatan
Maka jenis penipuan belanja juga bertambah banyak
Selama periode Imlek
Sindikat penipuan juga mengambil cuti libur
Tapi saat aktivitas kerja dimulai, mereka juga mulai beroperasi
Muncul kata kunci "verifikasi pembayaran" pada transaksi, warga diimbau waspada
Di awal tahun baru, banyak orang membeli baju baru sebagai simbol "yang lama pergi, yang baru tiba". Namun, hal ini justru menjadi incaran oknum penipu. Biro Investigasi Kriminal mengingatkan warga untuk waspada setiap kali muncul kata kunci seperti "verifikasi pembayaran" saat proses transaksi.
