Jadwal penerbangan musim dingin lampaui volume pra-pandemi, tertinggi 2026
Menjelang liburan musim dingin, jumlah penumpang di Bandara Taoyuan meningkat tajam dan arus penumpang padat setiap hari. Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mencatat, jumlah penerbangan mingguan kini telah melampaui masa sebelum pandemi. Tahun ini, volume penumpang diperkirakan mencapai rekor 62 juta orang, dengan pemulihan rute Jepang dan Korea Selatan mencapai 125%.
Jadwal musim dingin 2.981 penerbangan/pekan lampaui volume pra-pandemi
Arus wisatawan terus meningkat, volume penumpang di Bandara Taoyuan mencapai rekor tertinggi selama liburan panjang. Menurut statistik Administrasi Penerbangan Sipil, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), jadwal penerbangan musim dingin saat ini rata-rata mencapai 2.981 penerbangan per minggu. Penerbangan ke Hong Kong, Makau dan Tiongkok belum pulih ke tingkat pra-pandemi seiring kebijakan antar selat dan permintaan pasar. Penerbangan ke Selandia Baru dan Australia telah pulih 85% dari tingkat pra-pandemi. Penerbangan internasional ke wilayah lain semuanya telah melampaui tingkat pra-pandemi. Rute tersibuk adalah ke Jepang dan Korea Selatan, dengan 1.192 penerbangan per minggu. MOTC mendorong pelaku usaha untuk lebih mengembangkan pasar transit.
==Lin Kuo-shian // Wakil Menteri Administratif MOTC==
Dari Amerika Utara transit di Asia Tenggara dan Asia Timur Laut sangat nyaman
Masih ada ruang untuk perbaikan
Karena volume transit kita di masa mendatang sangat besar
==Chen Jian-qin // Operator industri pariwisata==
Pertumbuhan volume penumpang selama liburan panjang
Misalnya pada saat liburan Imlek
Akan sangat tinggi
Bahkan lebih tinggi dibandingkan masa lalu (periode pra-pandemi)
Kenaikan harga barang+krisis SDM turut mendongkrak harga tiket pesawat
Operator industri pariwisata menjelaskan, walau volume penerbangan telah kembali ke tingkat pra-pandemi, kenaikan harga barang dan krisis SDM mengindikasikan bahwa harga tiket maskapai tradisional maupun LCC (maskapai penerbangan tarif rendah) kemungkinan besar tidak akan kembali ke tingkat pra-pandemi.
